Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

H-3 Kendaraan Besar Mulai Dilarang Melintas

Lumajang, Motim - Dinas Perhubungan Lumajang telah menyampaikan larangan terkait kendaraan besar dilarang melintas sejak Hari Raya Idul Fitri kurang tiga hari. Atau tepatnya sejak 12 Juni 2018. Kecuali kendaraan besar khusus pengangkut bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok.
Kendaraan tambang pasir di Lumajang
Kendaraan tambang pasir di Lumajang
Kepala Dishub, Sugeng Priyono, S.Sos mengatakan, sebelumnya informasi terkait larangan ini sudah disampaikan pada para sopir. Pihaknya bersama dengan Sat Lantas Polres Lumajang juga akan terus melakukan pengawasan.

“Karena arus mudik diprediksi mulai meningkat, maka kendaraan besar dilarang melintas agar tidak menjadi pemicu kemacetan,” katanya pada sejumlah wartawan, Selasa (12/6) pagi.

Sementara atensi khusus diberikan terhadap kendaraan tambang pasir yang diketahui kerap melintas di Lumajang. Khususnya di jalur wilayah selatan atau tidak jauh dari lokasi tambang pasir.

Meski ada larangan, namun tidak ada operasi khusus nantinya yang akan digelar untuk mengantisipasi sopir kendaraan besar yang nekat mengabaikan larangan. “Karena sudah ada pos-pos yang telah didirikan. Mereka pasti melintas di sana juga,” katanya.

Jika ditemukan kendaraan besar melintas memang tidak ada tindakan khusus yang diberikan pada sopirnya. Namun hanya sebatas peringatan saja dan pelarangan agar tidak kembali melintas. “Karena tidak memungkinkan disuruh kembali. Kita ingatkan agar tidak melintas lagi,” ucapnya.

Monitor terhadap truk pasir memang kerap dilakukan oleh Dishub. Bukan hanya saat jelang lebaran saja. “Biasanya kita ingatkan mereka mengenai batas tonase, juga harus ada terpal penutup bak. Jika ada pelanggaran, pihak Sat Lantas yang menindak,” pungkasnya. (fit)

Dapat Sorotan Menteri, Bantuan Alsintan akan Dioptimalkan

Lumajang, Motim - Pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Lumajang sempat mendapat sorotan dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Saat berkunjung ke Lumajang, Ia menilai bantuan dari pusat ini masih belum optimal dan tidak tepat sasaran.
Salah satu bantuan alsintan dari pusat di Lumajang
Salah satu bantuan alsintan dari pusat di Lumajang
Menanggapi sorotan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian Lumajang akan lebih mengoptimalkan bantuan alsintan yang sudah diterima para kelompok tani. Caranya dengan melakukan evaluasi lebih dulu dan melakukan pengecekan di lapangan seperti apa.

“Akan kita tata lagi, kita coba melangkah sesuai apa yang diharapkan dari kementerian. Kita ikuti petunjuk dari pusat,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ir. Imam Suryadi, M.Si pada Memo Timur.

Sebelumnya, Amran Sulaiman yang telah berdialog dengan kelompok tani, menemukan jika ada bantuan alsintan yang jarang dioperasikan. Serta biaya sewa yang dipasang oleh kelompok tani dinilai mahal olehnya.

Imam Suryadi menegaskan, pihaknya tidak bisa serta merta kemudian memindahkan bantuan alsintan dari salah satu kelompok tani ke lainnya yang dinilai tidak tepat sasaran. “Tidak bisa langsung kita alihkan. Selama masih bisa dibrigadekan, bisa mobile, bisa dipakai antar kelompok tani,” kata Imam.

Karena pada dasarnya, bantuan ini untuk dipakai bersama. Bukan hanya milik satu kelompok tani saja. Sehingga alsintan akan sering dioperasikan. “Jika ada kelompok tani atau desa lainnya yang membutuhkan, bisa dibantukan. Bukan karena beda kelompok kemudian tidak boleh,” ujarnya.

Sementara terkait biaya sewa, pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk mematok harga. Sebelumnya harga yang dipasang oleh kelompok tani adalah Rp 800 ribu per hektare sama dengan pada umumnya.

“Kita akan mengitung biaya jasa operator, bahan bakar, perawatan, serta untuk simpanan kas kelompok tani,” pungkasnya. (fit)

85 Orang Ikut Program Angkutan Mudik Gratis

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perhubungan kembali mengadakan program angkutan mudik dan balik gratis bagi masyarakat Lumajang. Untuk mudik, sudah ada 85 orang yang telah diberangkatkan, Selasa (12/6), pagi, dari Kantor Dishub.
Pemberangkatan angkutan mudik gratis
Pemberangkatan angkutan mudik gratis
Dalam angkutan mudik gratis tersebut, Dishub menyediakan dua armada bus untuk jurusan Lumajang-Surabaya. Masing-masing dengan kapasitas 55 orang. Jadi untuk satu bus penuh 55 orang. Satu bus lagi ada 30 orang. Sedangkan sisa kursi kosong diisi para kru bus dan petugas dari Dishub yang mendampingi.

“Animo masyarakat untuk ikut program ini cukup bagus. Hampir penuh,” kata Kepala Bidang Angkutan, Kutum Hadi, SH pada Memo Timur. Dua armada bus tersebut diberangkatkan secara resmi oleh Kepala Dishub, Sugeng Priyono, S.Sos.

Masyarakat yang ikut dalam program ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Syaratnya hanya menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga. Bahkan fasilitas dalam bus juga lumayan bagus. Serta diberikan makanan ringan untuk berbuka puasa.

Sedangkan untuk program angkutan balik gratis nanti akan diberangkatkan pada 23 Juni 2018. Ada tiga armada bus yang disediakan. Dua armada untuk jurusan Surabaya-Lumajang dan satu armada untuk Malang-Lumajang.

Untuk pendaftarannya, dilakukan secara online. Antusias masyarakat untuk ikut program ini juga terlihat sangat tinggi. Terbukti dengan sudah penuhnya, kuota untuk dua armada jurusan Surabaya-Lumajang.

Sementara armada untuk jurusan Malang-Lumajang, dari 55 kuota yang tersedia, masih tersisa 20 kursi kosong. “Jadi untuk masyarakat yang akan balik dari Malang ke Lumajang bisa mendaftar segera,” kata Kutum. (fit)