Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Jika Tempat Maksiat Tak Ditutup, ‘Jimat’ Ancam Bawa Massa Lebih Banyak

Lumajang, Motim - Ribuan massa yang mengatasnamakan Jaringan Masyarakat Anti Maksiat (Jimat) membanjiri depan Masjid Agung Anas Mahfudz, Jumat (19/10) siang. Selain menggelar istighosa dan doa bersama, mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan pada Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Jimat menggelar Istighosa dan Doa Bersama
Jimat menggelar Istighosa dan Doa Bersama
Tuntutan itu diantaranya, adalah meminta agar semua tempat maksiat yang ada di Lumajang ditutup total. Bahkan mereka mengancam jika tuntutatn ini tidak dipenuhi, akan kembali menggelar aksi serupa di tempat yang sama dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

“Jika tidak ada hasil dari pernyataan ini, kami akan datang dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” kata Drs. H. M. Khoiri M.Pdi.

Jimat sendiri sudah mendukung penuh Bupati Lumajang Thoiruqul Haq, M.ML untuk menutup semua tempat usaha yang berbau maksiat. “Kita dukung untuk menutup Vision Vista dan tempat maksiat lainnya, serta tempat usaha yang terindikasi adanya pelanggaran,” tegasnya.

Namun di sisi lain, Jimat juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Lumajang agar bisa lebih bagus. Namun tetap, tempat usaha apapun yang didirikan juga tidak boleh melanggar norma-norma dan hukum.

“Usaha di bidang apapun asalkan tidak berseberangan dengan hukum dan etika. Usaha yang berdiri juga harus memperhatikan nilai-nilai dasar yang ada di masyarakat,” kata Khoiri yang juga selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lumajang.

Tuntutan lainnya adalah, Jimat meminta agar pemerintah ataupun petugas keamanan bisa meminimalisir adanya konflik horisontal. “Dengan cara mengutamakan dialog yang sehat dan dinamis,” ungkapnya.

Sekadar tambahan, massa yang tergabung di Jimat ini berasal dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat. Selain FKUB, diantaranya ada dari organisasi keagamaan, organisasi kemahasiswaan, hingga organisasi pencak silat. (fit)

Alat Potong Buah Karya Siswa Lumajang Dipamerkan di Bali

Bali, Motim - Lumajang berkesempatan memamerkan Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil karya siswa/siswi di di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jum'at (19/10). Dalam kesempatan ini hasil karya dari SMA Negeri Yosowilangun dan SMKN 1 Lumajang yang dipamerkan.
Karya siswa Lumajang yang dipamerkan di Bali
Karya siswa Lumajang yang dipamerkan di Bali
Salah satu karya teknologi yang dibuat adalan, alat pemotong buah–buahan yang digunakan untuk keripik. Alat tersebut dinilai lebih efektif dan efisien untuk memproduksi keripik daripada yang alat manual.

Karya inipun diapresiasi oleh Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, M.Si yang juga ikut hadir disana untuk melihat pameran tersebut. Menurutnya karya ini bisa dibuat lebih banyak lagi untuk membantu Usaha Kecil Menengah yang ada di Lumajang.

“Saya sarankan agar alat ini bisa dipromosikan oleh DPMD bekerjasama dengan Dinas Perdagangan untuk mempromosikan Usaha Kecil Menengah yang ada di Kabupaten Lumajang,” katanya.

Hal ini juga bisa memacu siswa/siswi lainnya agar juga bisa membuat inovasi tepat guna yang bermanfaat. “Kegiatan ini harus menjadi motivasi buat anak–anak yang lain bahwa mereka juga bisa membuat lebih banyak karya,” sarannya.

Selain itu Indah berharap, keikutsertaan Lumajang dalam kegiatan ini, dapat menarik banyak investor untuk menanamkan investasi menggarap potensi di Lumajang. “Saya ingin banyak investor banyak masuk Lumajang,” katanya.

Potensi yang paling besar adalah pertanian, hal itu yang bisa lebih dagarp dengan maksimal. “Sekitar 70% masyarakat kita petani, ini harus ditingkatkan sesuai dengan potensi yang ada di Lumajang. Oleh karena itu kita akan support para investor, sehingga nantinya kita bisa meningkatkan ekspor disamping juga investasi di bidang wisata,” harapnya. (fit)

Kapolres Gandeng FKUB untuk Tekan Angka Kriminalitas

Lumajang, Motim - Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi, S.I.K, M.H mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lumajang demi menekan angka kriminalitas yang terjadi. Hal itu Ia sampaikan saat menggelar pertemuan bersama Forkopimda juga di Mapolres Lumajang, Jumat (19/10).
Pertemuan Forkopimda dengan FKUB
Pertemuan Forkopimda dengan FKUB
“Jadi hal ini kita lakukan demi Lumajang yang kondusif,” katanya.

Tak hanya itu, kapolres juga mengajak semuanya untuk melawan hoaks atau berita bohong. Karenan banyak kerugian yang didapat, adanya hal itu. “Kita lawan hoaks, karena itu bisa memecah belah bangsa kita. Agar kita terhindar dari kehancuran,” tegas dia.

Upaya yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Lumajang sendiri selama ini sudah dinilai maksimal. Di tahun ini misalnya, sudah banyak kasus kriminalitas yang berhasil diunkap. Dari Januari sampai September 2018, ada 216 kasus kriminal dan 125 kasus narkoba.

“Dengan total ada 456 tersangka yang berhasil kita tangkap,” kata AKBP Rachmad.

Sementara itu, Ketua FKUB Lumajang Drs. H. M. Khoiri M.Pdi. menegaskan, pihaknya juga selalu siap untuk turut serta membuat Lumajang menjadi wilayah yang kondisif. Terlebih menurutnya untuk persoalan agama tidak ada masalah di Lumajang.

“Persoalan agama di Lumajang sudah selesai. Kerukunan selalu ada,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, M.ML menyampaikan, ingin kondisi stabilitas saat ini selalu terjaga. “Saya menjaga itu, agar Lumajang tetap kondusif. Saya terimkasih pada tokoh agama juga. Siang ini bagian dari kebersamaan yang harus kita jaga,” kata bupati.

Bupati meminta agar para kiai dan tokoh agama memberikan saran dan masukan untuk pemerintah kedepan agar lebih baik. “Minta doa restu juga agar kami bisa menjalankan pemerintahan dengan baik. Menjadi Lumajang, sebagai kabupaten yang memiliki keputusan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (fit)