Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Sekolah Masih Rawan Narkoba, Satgas akan Dibentuk di SMA/SMK

Lumajang, Motim - Sekolah hingga saat ini masih dinilai rawan untuk peredaran narkoba. Untuk itu, Satgas Narkoba akan dibentuk di masing-masing lembaga SMA/SMK di Lumajang. Satgas ini tentunya dibawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM menyampaikan, Satgas ini dibentuk untuk meminimalisir ruang perederan narkoba di sekolah.

“Mereka nanti menjadi kepanjangan tangan BNN di sekolah untuk mendeteksi dari awal,” katanya pada Memo Timur.

Untuk menentukan anggota Satgas, diserahkan ke masing-masing sekolah. Karena Satgas Narkoba yang dibentuk juga sekaligus untuk kegiatan ekstra kulikuler. “Nanti yang meresmikan BNN dan Dinas Pendidikan,” kata Sugiono.

Ketika Satgas sudah dibentuk, BNN akan memberikan pengarahan mengenai apa tugas yang harus mereka lakukan. Salah satu tugas pentingnya, adalah penyampaian informasi adanya dugaan peredaan narkoba di sekolah.

“Ada temuan dan sebagainya bisa dilaporkan ke BNN,” lanjutnya.

Bahkan, Satgas ini bukan hanya melakukan tugasnya di dalam sekolah saja, namun juga bisa melakukan antisipasi di lingkungan sekitarnya. “Bukan hanya di sekolah atau di lingkungan sekitar sekolah, bahkan di lingkungan rumahnya,” tegasnya.

Sugiono menyebut, saat ini kondisi sekolah memang cukup mengkhawatirkan, karena rawan jadi tempat peredaran narkoba. Bahkan ada sejumlah pelajar yang terbukti jadi pengedar dan langsung dikeluarkan dari sekolah.

“Masih rawan. Sudah ada yang jadi korban. Ada yang terlibat. Tahun ini ada siswa kelas XII yang terindikasi mengedarkan bukan hanya pengguna,” ungkapnya.

Alasan lainnya dibentuk Satgas, karena jumlah petugas di BNN juga terbatas jika harus mengawasi semua sekolah yang ada di Lumajang. “Kita juga sudah kerjasama dengan BNN, maka kita maksimalkan untuk membentuk Satgas,” pungkasnya. (fit)

Buntaran: Anak Muda Harus Semangat dan Disiplin

Lumajang, Motim - Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes mengatakan, para anak muda zaman sekarang harus terus memiliki semangat dan disiplin yang tinggi. Karena mereka, menurutnya adalah generasi untuk menentukan nasib bangsa ke depan.
Wakil Bupati Lumajang dr. Buntaran Suprianto, M.Kes
Wakil Bupati Lumajang dr. Buntaran Suprianto, M.Kes
Buntaran juga menegaskan semangat dan disiplin harus dimiliki para anak muda untuk modal dan tolak ukur prestasi bangsa. Jika anak muda sudah tidak memiliki semangat dan disiplin, maka dampak negatifnya akan besar terhadap bangsa.

“Apabila (anak muda) kita loyo, maka prestasi sulit diraih, karena bangsa juga loyo,” kata Buntaran sebelum melepas peserta Lomba Gerak Jalan Pelajar tingkat SMP/SMA dan sederajat se-Kabupaten, di Alun-Alun, Senin (20/8).

Untuk itu melalui lomba gerak jalan yang telah digelar, diharapkan sebagai modal latihan untuk menumbuhkan jiwa semangat dan disiplin. Sehingga marilah kita tetap semangat dalam melakukan kegiatan ini,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Lumajang, Drs. Winadi, M.Pd., melaporkan bahwa lomba gerak jalan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini diikuti ratusan pelajar.

Untuk tingkat SMP dan sederajat diikuti 122 pelton. Sementara SMA dan sederajat diikuti 66 pelton. “Kriteria penilaian meliputi kedisiplinan, kerapian, kekompakan, semangat dan ketepatan waktu,” kata Winadi. (*/fit)

Santri Tenggelam di Sungai Bondoyudo Belum Ditemukan

Lumajang, Motim - Seorang anak laki-laki bernama Mohammad Muhsin Hamim yang berusia 15 tahun tenggelam dan terbawa arus di aliran Sungai Bondoyudo, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun pada Minggu (19/8), sore. Hingga Senin (20/8), sore, anak yang juga santri di Pondok Pesantren Darul Mustofa itu belum ditemukan.
Petugas BPBD melakukan pencarian
Petugas BPBD melakukan pencarian
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang sudah melakukan upaya pencarian pada Minggu Sore. Namun hasilnya nihil hingga petang. Kemudian pencarian dilanjutkan kembali di Hari Senin. Upaya pencarian juga dibantu oleh petugas dari BPBD Jember.

Informasi dari BPBD, Hamim bersama dengan 3 temannya mandi di Sungai Bondoyudo pada Minggu Sore, sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga temannya yang bersama ke sungai adalah Hikam, Fatah, dan Thoib.

“Keempatnya berenang sampai di tepi sisi timur dengan bantuan tambang penarik perahu yang tertambat di sisi barat,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo.

Sampai di sisi timur mereka kemudian sempat bermain bola. Hingga kemudian terdengar adzan ashar, mereka berniat menyudahi mandinya. Namun keempatnya kembali ke sisi timur tanpa bantuan tambang tersebut.

Hamim berada paling belakang ketika kembali. Belum sampai di tengah, Hamim tenggelam dan terbawa arus sungai yang deras. “Temannya sempat berusaha menolong, namun arus yang deras akhirnya tidak bisa,” lanjut Wawan.

Dengan kejadian ini, kemudian teman-teman Hamim meminta bantuan pada warga setempat. Kejadian ini juga kemudian dilaporkan oleh warga ke pihak berwajib, Koramil dan Polsek Yosowilangun. Dan diteruskan ke BPBD Lumajang.

Pukul 16.30 WIB, petugas BPBD tiba di lokasi dan memulai pencarian. Dengan bantuan dua perahu, petugas melakukan upaya pencarian dengan menyusuri sungai. Namun karena hari sudah gelap, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Hari Senin.

“Hingga hari ini masih belum ditemukan,” pungkas Wawan. (fit)

6 Tahun SK CPNS Tak Keluar, ‘Pak Mudin’ Datangi Kemenag

Lumajang, Motim - Para Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) atau yang lebih dikenal sebagai ‘Pak Mudin’ mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, Senin (20/8). Mereka mendatangi Kemenag untuk menanyakan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) yang tak kunjung mereka terima.
Para Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) mendatangi Kantor Kemenag
Para Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) mendatangi Kantor Kemenag
Seperti diketahui, ada 29 P3N yang sebelumnya pada 2013 sudah dinyatakan sebagai CPNS. Namun hingga 2018, atau sudah 6 tahun lamanya mereka masih belum menerima SK CPNS tersebut.

Mereka akhirnya ramai-ramai mendatangi Kemenag karena selain SK CPNS tidak keluar, kabar perekrutan tersebut hingga kini belum jelas. Padahal mereka sudah dinyatakan lolos dalam pemberkasan CPNS tahun 2013 silam.

Keterangan dari pihak Kemenag Lumajang, alasan tidak keluarnya SK CPNS masih belum diketahui secara pasti. Karena yang mengeluarkan SK adalah dari Kemenag Pusat. Sedangkan di daerah lainnya, SK CPNS ada yang sudah keluar.

Untuk mendapat keterangan lebih lanjut, akhirnya perwakilan P3N diberangkatkan ke Kemenag Pusat. “Kita sudah serahkan semua berkas. Dan hari ini kita lepas perwakilan P3N dari Lumajang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Kepala Kemenag Lumajang, Muhammad.

Saat pemberkasan ada 50 P3N yang berstatus honorer ikut mendaftar. Namun tidak semuanya lolos. Hanya 29 diantaranya yang lolos. Perwakilan P3N siap datang ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib mereka.

“Kami datang ke Kemenag untuk menanyakan SK CPNS kita yang hingga kini belum turun,” ujar Agus Sutiyono, salah satu P3N. (fit)

3 Fotografer Cabul Ditangkap Tim Cyber Crime

Lumajang, Motim - Tim Cyber Crime Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang meringkus 3 pria muda yang diduga sebagai pelaku pornografi, masing-masing bernama Masrur alias Mastenk (25), warga jalan Kolonel Seruji Barat, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang, Ahmad Nuril Anwar (24), warga Dusun Sekar Wadung, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung.
Ketiga pelaku pornografi saat digelandang menuju Polres Lumajang
Ketiga pelaku pornografi saat digelandang menuju Polres Lumajang
Fotografer ketiga bernama Ahmad Rostandi (28), warga Desa Boyoage, Kecamatan Tatanga, Kabupaten Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Dari tangan ketiganya Tim Cyber Crime mengamankan sejumlah barang seperti 3 buah Laptop, 2 buah Hand Phone dan 3 buah kamera digital merk Canon.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH, M.Hum kepada media saat press release, Senin (20/8), menyampaikan, ditangkapnya ketiga fotografer itu bermula dari ramainya akun dunia maya yang beredar foto bugil aksi para pelaku dengan modelnya di salah satu tempat pemotretan di kawasan Kabupaten Jember.

Ramainya foto bugil itu di media sosial, juga mendapat respon dari banyak netizen dan warga kemudian dilaporkan ke Polres Lumajang meminta para pelakunya ditangkap dan diadili. Tim Cyber Crime pun langsung bergerak cepat langsung melakukan penelusuran.

Ternyata, aksi 3 Fotografer Cabul tersebut tidak hanya melakukan pemotretan di wilayah Kabupaten Jember saja. Melainkan juga melakukan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang dengan model berbeda. “Semua model rata-rata masih di bawah umur Mas,” kata Hasran.

Selain melakukan pemotretan dengan model seronok, 3 Fotografer Cabul tersebut ternyata juga melakukan aksi cabul kepada para modelnya, bahkan jumlah model yang diakui kawanan Fotografer Cabul ini sudah lebih dari 40 model yang rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Ketiga pelaku pornografi saat digelandang menuju Polres Lumajang
Parahnya, para model itu juga dipaksa untuk melayani nafsu bejat para fotografer cabul tersebut. Apabila tidak mau melayaninya, fotografer ini mengancam akan menyebarkan foto-foto bugil hasil pemotretan itu. “Jika tidak mau melayani, fotonya akan disebar oleh Fotografer bejat itu,” ungkapnya.

Hasran juga mengatakan, Tim Cyber Crime hanya butuh 10 jam untuk menangkap ketiga fotografer Cabul tersebut. Begitu mengantongi identitas ketiga pelaku yang dibongkar dari akun facebooknya, Tim Cyber Crime terus mencari keberadaan ketiga fotografer dimaksud dan menangkapnya.

Atas perbuatan bejatnya itu, komplotan Fotografer Cabul ini dijerat 3 pasal berlapis yaitu UURI No 44 Tahun 2008 tentang pornografi, UURI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UURI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, cabul dan persetubuhan. “Ketiga pelaku diancam hukuman penjara minimal 15 tahun,” ungkapnya lagi.

Atas kejadian ini, pihaknya berharap kepada masyarakat Lumajang khususnya untuk selalu waspada dan terus memonitor komunikasi anak-anaknya di dunia maya. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir kasus kejahatan baik kasus semacam ini ataupun kejahatan lainnya.

“Bagi yang pernah menjadi korban kebejatan ketiga fotografer ini, mohon segera melapor ke Polres Lumajang. Identitas pelapor pasti kami jamin kerahasiaannya,” pungkas Kasat Reskrim Polres Lumajang.(cho)