Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

2 Pengedar Pil Koplo Dilibas Petugas

Kedua pengedar pil koplo saat diamankan
Kedua pengedar pil koplo saat diamankan
Lumajang, Motim - Setelah diintai hampir sebulan lamanya, 2 pengguna sekaligus pengedar pil koplo akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Lumajang, lengkap dengan Barang Bukti (BB), Selasa (13/2), malam.

Kedua pengedar pil haram itu adalah Bunarto bin Poniran (43), warga jalan Kolonel Suwigyo, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang dan Budiono bin Buang (29), warga Dusun Karang Mulyo Wetan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe.

Dari tangan Bunarto, Tim Opsnal menyita sebuah tas kresek warna hitam berisi 182 butir pil koplo berlogo Y, 1 buah kaos warna putih di dalamnya berisi 11 plastik klip masing-masing berisi 10 butir pil koplo berlogo Y, uang tunai sebesar 175 ribu dan HP merk LG.

Dari tangan Budiono Tim Opsnal menyita 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam kombinasi Nopol N 4563 UJ dan 1 buah HP merk LG. “Keduanya ditangkap di tempat berbeda Mas,” terang Kasat Resnarkoba, AKP Prio Purwandhito, Rabu (14/2).

Awalnya Tim Opsnal membuntuti Bunarto yang dicurigai sebagai pemain pil koplo sejak sebulan kemarin. Begitu melihat Bunarto masuk ke rumahnya sambil membawa kresek, petugas yang sudah mengintai sejak lama, langsung menangkapnya.

“Saat tas kresek itu dibuka oleh petugas, ternyata berisi ratusan butir pil koplo. Ketika ditanya dibeli dari mana, Bunarto ngomong dari Budiono,” ujarnya.

Berangkat dari keterangan itu, Tim Opsnal terus mencari keberadaan Budiono dan berhasil diamankan tak jauh dari rumahnya. Menurut pengakuannya, dia menjadi pengguna juga pengedar pil koplo ini baru beberapa bulan saja. Pil haram ini kata dia dibeli dari kenalannya warga Jember.

“Perbuatan keduanya dijerat pasal 197 sub 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, diancam hukuman penjara paling lama 10 Tahun. Tim Opsnal juga masih mencari keberadaan pemasok pil haram itu,” ucap Prio Purwandhito.(cho)

Mabuk, Tukang Cuci Mobil Mau Perkosa Janda

Korban saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso
Korban saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso
Lumajang, Motim - Diduga akibat pengaruh minuman beralkohol yang dikonsumsinya, Agung Prasetyo bin Sukat (20), warga Dusun Curah Jero, Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, berusaha memperkosa janda beranak satu, sebut saja MNF tetangganya. Tapi, gagal.

Akibat perbuatan bejatnya itu, pelaku yang kesehariannya bekerja di salah satu tempat pencucian mobil langsung ditangkap oleh petugas gabungan Polsek Sumbersuko. Kini kasusnya sudah ditangani oleh unit Reserse Kriminal (Reskrim).

Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso, SH kepada Memo Timur mengatakan, pada saat korban bersama anaknya tengah tidur, pelaku yang kondisinya dalam pengaruh alkohol itu masuk ke dalam rumah korban melalui pintu dapur.

Setelah berada di dalam dapur, pelaku terus melepas celananya kemudian digantungkan di bambu penyangga dinding rumah korban. Dalam keadaan telanjang, pelaku terus masuk ke ruang tengah, lalu tidur di sebelah korban sambil memeluk tubuh korban.

Saat pelaku berusaha melucuti pakaian korban, tiba-tiba korban terbangun. Melihat yang tidur di sampingnya bukan anaknya, korban kaget dan berusaha kabur sambil berteriak minta tolong.

Kondisi itu membuat pelaku panik dan ketakutan, dalam kondisi telanjang terus kabur melalui pintu semula. “Pelaku sempat dipukul oleh korban mengenai wajahnya sedikit lebam-lebam Mas,” tuturnya.

Beberapa saat kemudian, warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah korban berdatangan, lalu oleh warga kejadian yang menimpa korban dilaporkan ke Polsek Sumbersuko.

Atas laporan itu, pihaknya mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menghimpun keterangan dari korban juga saksi. Dalam olah TKP itu, pihaknya berhasil mengamankan 1 buah celana milik pelaku, sebilah parang alias wedung yang digunakan mencukit pintu dapur rumah korban.

“Kata korban, pelaku yang berusaha memperkosa itu adalah Agung Prasetyo,” ungkapnya. Dari keterangan itu, pihaknya terus mencari keberadaan pelaku. Dasar lagi mujur, sejam kemudian, pelaku berhasil ditangkap.

Untuk kepentingan proses pemeriksaan, pelaku langsung digelandang menuju Polsek Sumbersuko. Kepada penyidik, pelaku mengakui semua perbuatannya itu di luar kesadarannya. Karena sebelumnya kata pelaku mengkonsumsi minuman keras beralkohol.

“Kejadiannya kemarin lusa sekitar pukul 00.15 WIB. Pelaku berhasil kami tangkap di rumahnya sekitar pukul 01.20 WIB. Maaf baru kami sampaikan, karena masih didalami Mas,” ungkapnya lagi.

Atas prilaku bejatnya itu, Agung Prasetyo oleh penyidik ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan pasal 285 KUHP jo pasal 53 KUHP tentang percobaan pemerkosaan atau pasal 289 KUHP tentang pencabulan, diancam hukuman penjara paling lama 20 Tahun.

“Agung Prasetyo sudah kami amankan di rumah tahanan Polsek Sumbersuko. Termasuk 1 potong celana milik pelaku dan 1 buah parang alias wedung untuk dijadikan BB saat sidang di Pengadilan nanti,” pungkas AKP Edi Santoso.(cho)

Pelajar Dihimbau Fokus ke UN daripada Rayakan Valentine

Aksi penolakan valentine di Lumajang
Aksi penolakan valentine di Lumajang
Lumajang, Motim - 14 Februari selain hari bersejarah untuk memperingati perjuangan Pembela Tanah Air (PETA), juga oleh sebagian kalangan digunakan untuk memperingati hari kasih sayang atau valentine. Khusunya bagi para remaja atau pelajar.

Tak sedikit memang, banyak pelajar yang merayakan hari kasih sayang ini dengan berbagai cara. Misalnya dengan saling memberikan cokelat. Atau dengan perayaan meriah lainnya yang sering dijumpai.

Namun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang telah menghimbau kepada pelajar untuk tidak merayakan hari valentine. Mereka diminta untuk fokus ke Ujian Nasional (UN) yang sudah sangat dekat. Yakni bulan April depan.

Bahkan untuk mempertegas hal ini, Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat himbauan yang ditujukan kepada semua pelajar melalui Kepala Sekolah SMA/SMK/PK-PLK Negeri maupaun swasta.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM, menyampaikan, pihaknya melarang pelajar untuk melakukan kegiatan perayaan valentine di lingkungan sekolah atau di luar sekolah.

“Bahkan kepala sekolah sudah kita perintahkan untuk buat surat edaran kepada orangtua agar melakukan pengawasan pada anaknya,” katanya.

Lanjutnya, untuk pengawasan di lingkungan sekolah, memang lebih mudah. Namun di luar sekolah, diakuinya sulit untuk mengawasi dan mengontrol mereka. Namun jika ada pelajar yang kedapatan merayakan, ada tindakan yang akan diberikan.

“Bersama dengan kepala sekolah, akan kita tindak pelajar tersebut,” ucapnya.

Hal ini dilakukan untuk membuat efek jera pada yang bersangkutan. Karena untuk mengungkapkan kasih sayang tidak harus menunggu hari Valentine. “Kan bisa kapan saja, tidak harus pada Valentine apalagi merayakan dengan cara berlebihan,” ujarnya.

Sugiono juga khawatir, perayaan valentine bisa mengganggu proses belajar mengajar. Apalagi untuk pelajar kelas 12, sebentar lagi akan UN. Ia meminta pada anak-anak agar lebih fokus untuk menghadapi UN.

“Awal April sudah ujian untuk kelas 12,” pungkasnya.

Sementara itu, di sejumlah sekolah ada aksi penolakan hari valentine. Sebagian dari mereka menyebut, valentine bukan budaya Indonesia. Sehingga tidak perlu untuk ikut merayakannya. (fit)

Jelang Imlek, Sejumlah Kebutuhan Pokok Mengalami Kenaikan Harga


Lumajang, Motim - Jelang Tahun Baru Imlek, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Hingga Rabu (14/2), kemarin, sejumlah komoditas terpantau ada kenaikan harga dari sebelumnya. Meksipun tidak begitu signifikan.

Dinas Perdangan Lumajang melaporkan, ada Tahun Baru Imlek berdampak pada kebutuhan pokok. Sehingga ada kenaikan harga pada komoditas tertentu. Namun hal itu tidak berdampak besar pada masyarakat.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Lumajang, Bambang Suryo mengatakan, harga kebutuhan yang paling terlihat kenaikannya adalah untuk cabai. Saat ini cabai keriting Rp 26 ribu perkilogram. Naik Rp 2 ribu dari sebelumnya.

Kemudian untuk cabai biasa, saat ini di angka Rp 28 ribu perkilogram. Ada kenaikan Rp 1.000 dari sebelumnya. Sedangkan cabai rawit di angka Rp 29 ribu atau ada kenaikan RP 1.000 perkilogram jika dibandingkan sebelumnya.

Untuk telur ayam kampung, juga ada kenaikan dari Rp 43 ribu menjadi Rp 45 ribu perkilogram. Sedangkan untuk telur ayam petelur tidak ada perubahan, tetap Rp 19 ribu perkilogram.

“Sementara untuk yang lainnnya ada kenaikan namun tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Namun, di sisi lain, ada sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga. Seperti daging sapi murni, kini justru ada penurunan dari sebelumnya yang mencapai Rp 103 ribu kini turun menjadi Rp 100 ribu perkilogram.

Begitu juga dengan daging ayam, ada penurunan dari Rp 29 ribu menjadi Rp 24 ribu perkilogram. Sementara daging ayam kampung tidak ada perubahan, tetap Rp 55 ribu perkilogram. (fit)

Masuk Masa Cuti, Bupati Sampaikan Pesan Penting pada ASN

Bupati saat pulang ke rumah pribadinya diantar ratusan ASN
Bupati saat pulang ke rumah pribadinya diantar ratusan ASN
Lumajang, Motim - Bupati sudah memasuki masa cuti per 15 Februari 2018. Ia wajib cuti, sebagai petahana untuk melaksanakan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lumajang 2018-2023. Sebelum cuti, bupati menyampaikan pesan penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Pesan yang Ia sampaikan adalah, agar ASN bisa tetap maksimal dalam bekerja meskipun dirinya untuk sementara tidak ada di Pemkab Lumajang. Semua ASN wajib menjalankan tugasnya masing-masing seperti biasanya sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi).

Bupati menginginkan tidak ada perbedaan kinerja saat dirinya ada atau tidak ada di Pemkab. Karena hal itu adalah sebagai bentuk tanggungjawab kepada masyarakat. Bukan hanya soal ketaatan kepada pimpinan saja.

“ASN laksanakan tupoksi sebagaimana mestinya dan tidak menginginkan ada perbedaan perlakuan dan ketaatan pada pimpinan,” katanya saat Apel Sore di Halaman Pemkab Lumajang sekaligus momentum dirinya pamit kepada ASN.

Memasuki masa Pilkada, ASN memang diharuskan untuk bersikap netral. Namun ada tugas tambahan bagi ASN sebagai pelayan masyarakat. Yakni turut serta dalam mendidik masyarakat agar mau menyampaikan hak suaranya dan tidak golput.

Kemudian, menyampaikan pada masyarakat agar bisa tetap menjaga kondusifitas di tahun politik ini. “Beri motivasi kepada masyarakat dalam menciptakan rasa damai memasuki tahun politik,” katanya.

Bupati juga sangat berterimakasih kepada ASN yang selama ini, sudah bisa bekerjasama dengan dirinya untuk Lumajang yang semakin baik. Dan membuahkan hasil, banyaknya prestasi Lumajang yang diraih tahun ini. Ada banyak penghargaan yang didapat. Baik skala nasional maupun regional.

“Terimakasih atas kerja sama yang terjalin baik selama ini,” ucapnya.

Sesuai surat keputusan dari gubernur, per 15 Februari bupati sudah dilarang menggunakan fasilitas jabatan selama ini yang diberikan. Termasuk Ia harus meninggalkan Pendopo dan harus pulang ke kediamannya di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono.

Barang-barang pribadi milik bupati juga sudah mulai dipindahkan ke rumah pribadinya. Uniknya, pada Selasa (13/2), sore, sebagai bentuk cinta dan loyalitas pada bupati, ratusan ASN mengantar bupati pulang ke rumah pribadinya.

Selama bupati cuti, yang menggantikan posisinya sebagai pelaksana tugas adalah Wakil Bupati dr. Buntaran. Bupati akan cuti selama 129 hari. Terhitung 15 Februari hingga 23 Juni 2018. (fit)

Korban Banjir Kembali Terima Bantuan

Ketua TP PKK salurkan bantuan beras kepada korban banjir
Ketua TP PKK salurkan bantuan beras kepada korban banjir
Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Rowokangkung dan Kecamatan Jatiroto. Melaui Tim Penggerak PKK Lumajang, diserahkan bantuan beras 14 kilogram tiap kepala keluarga yang menjadi korban.

Ketua Tim Penggerak PKK Lumajang, Hj. Tutuk Fajriyah As’at yang menyerahkan bantuan tersebut secara langsung. Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah yang langganan terkena dampak bencana banjir akibat meluapnya Sungai Lanang saat hujan deras.

Untuk Kecamatan Rowokangkung, bantuan beras dibagikan kepada 1.016 kepala keluarga. Pembagian dilakukan di Balai Desa Rowokangkung. Banjir sebelumnya merendam pemukiman di Dusun Genitri Desa, Rowokangkung dan Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo.

Sedangkan untuk Kecamatan Jatiroto ada 603 kepala keluarga yang menerima bantuan. Banjir tersebut sebelumnya berdampak di Desa Banyuputih Kidul, Desa Rojopolo, Desa Sukosari, dan Desa Jatiroto. Bantuan dibagikan di Kantor Kecamatan Jatiroto.

Tutuk menyampaikan, bahwa bantuan yang dibagikan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ia berharap bantuan dapat bermanfaat dan bisa mengurangi beban masyarakat.

“Semoga bantuan beras ini bisa bermanfaat dan semoga tidak terjadi banjir kembali, pemerintah akan mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Agar banjir tidak kembali terulang, Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan. Utamanya untuk kebersihan sungai. “Jangan membuang sampah di sungai, sehingga kebersihan sungai dapat terjaga dan tidak terjadi banjir saat musim hujan,” pungkasnya. (fit)