Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Kasus meninggalnya seorang pendaki wanita bernama Dania Agustina Rahman (19), warga  Jalan Arif Rahman Hakim, Perbata No 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warung Doyung, Sukabumi Jabar, di puncak Mahameru yang disebabkan karena kecelakaan, direspon cepat oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dengan kasus ini, kami akan menambah beberapa personil dari TNBTS untuk mendampingi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang akan melakukan pendakian ke puncak Mahameru,” tutur Ayu Dwi Utari, Kepala Balai Besar TNBTS melalui ponselnya.

Menurutnya, pendampingan ini sengaja akan diberikan dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap para wisatawan yang hendak melakukan pendakian ke puncak Mahameru. Apabila  para pendaki teledor dan sembrono, dipastikan akan terjadi sesuatu yang berakibat fatal.

Pendaki bisa hilang karena tersesat, pendaki bisa kecelakaan hingga meninggal dunia. Salah satu cara yang paling tepat untuk mengurangi pendaki hilang atau kecelakaan yang berakibat meninggal dunia, memberikan pendampingan terhadap pendaki secara maksimal,” ungkapnya.

Dalam pendampingan itu kata Ayu, TNBTS akan melibatkan banyak pihak, seperti Tim Pecinta Alam Lokal (TPAL), polisi, TNI termasuk Tim SAR. Dengan terlibatnya semua instansi terkait, Ayu mengaku sangat optimis bisa mengurangi terjadinya angka kecelakaan atau pendaki hilang di puncak Mahameru saat pendakian berlangsung.

Gadis SMA Digilir Duda

Dalam waktu dekat, kami akan mengundang rapat semua pihak terkait untuk melakukan pembahasan soal rencana memberikan pendampingan terhadap para wisatawan yang hendak melakukan pendakian ke puncak Mahameru. Tujuannya tidak lain, untuk mengurangi pendaki hilang atau pendaki kecelakaan,” pungkas Ayu Dwi Utari. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: