Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Demi Rupiah, Langgar Larangan PT. KAI

Lumajang, Memo_Nekat yang dilakukan Sumiyati (44), warga Asal Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono. Tidak memiliki lahan untuk mendirikan warung berjualan nasi, ia malah nekat menempati tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Herannya lagi, ia menutup papan larangan dari PT. KAI itu dengan bangunan warungnya.
tanah milik PT KAI

Selasa (13/10), siang kemarin, tanpa sengaja Memo Timur mampir di warung milik Sumiyati yang ada di samping depan Mapolsek Sukodono. Ketika sedang asyik menikmati secangkir kopi, Memo Timur melihat ada papan larangan yang persis berdiri di tengah bangunan warung itu.

Dalam pojok kanan atas papan itu tertulis, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Wilayah Aset 9 Jember. Sedangkan di tengahnya ada tulisan berhuruf besar: Tanah Milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Nomer Aset 11a. sedangkan di bawahnya tertulis, dilarang mendirikan bangunan tanpa seijin pihak PT. KAI. Melanggar KUHP pasal 167 Jo Pasal 389 dan UU Nomer 13/1992 pasal 4.

Namun, Sumiyati bukannya takut dengan peringatan yang tertulis dalam papan tersebut, malah menutupi papan peringatan itu dengan warung yang dibuat dari bambu. “Saya sudah hampir tiga tahun berjualan di sini Pak. Tapi tidak ada teguran apa-apa,” terang Sumiyati ketika ditanya Memo Timur, Selasa (13/10), siang kemarin.

Disinggung apakah pernah ada petugas yang datang dan melarang berjualan di tempat itu, dengan santai ia menjawab tidak pernah ada. Bahkan menurutnya, ia sengaja berjualan di tempat itu karena untuk melayani tamu yang datang ke Polsek juga anggota Polsek yang pesan kopi. “Setiap hari Pak Polisi selalu pesan kopi di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukodono, AKP Sudartono ketika ditanya tentang keberadaan warung tesebut hanya tersenyum lebar. Menurutnya, selama  warung itu berdiri, tidak ada satupun petugas dari pihak yang bersangkutan datang untuk menegur. Sehingga, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak.

Camat dan Sekcam Pasirian Diperiksa Inspektorat

Namun diakui, keberadaan warung di pojok kanan depan Mapolseknya itu, juga membantu apabila ada tamu atau anggota yang butuh minuman. Dilihat dari kondisinya, kata Kapolsek, pedagang itu termasuk orang yang tidak mampu. “Mungkin demi mengais rupiah, terpaksa ia menempati lahan larangan itu,” ungkapnya. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: