Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Senyum lebar, nampak dari  bibir Tosan (46), aktivis lingkungan korban penganiayaan berat asal Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian ketika melihat sekelompok wartawan datang berkunjung ke rumahnya. Menurutnya, kedatangan para wartawan itu menambah semangat tersendiri dalam jiwa dan kehidupannya.
Aktifis Lingkungan, Tosan

Setelah lebih dari 2 minggu menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar Malang, akhirnya pada Selasa (14/10) malam, ia diperbolehkan pulang ke rumahnya dan bisa menghirup udara segar.

Ayo-ayo silahkan masuk dan duduk sambil menikmati minuman dan makanan seadanya,” kata Tosan sambil berdiri dari kursi tempat duduknya untuk menyambut sekelompok wartawan yang datang untuk menjenguk. Kamis (15/10), siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Dengan wajah yang selalu ceria, siang itu Tosan menceritakan kronologis dari awal peristiwa yang telah menimpanya. Awalnya kata dia, dirinya hanyalah segelintir orang kecil yang tidak pernah didengar jeritannya oleh para penegak hukum. Pasalnya, setiap kali akan melapor, selalu tidak pernah digubris dan hanya diabaikan.

Namun dengan kejadian kemarin, ia juga mengaku senang dan bahagia. Sebab apa yang lama menjadi cita-citanya, kini sudah sedikit terwujud. “Kalau kemarin jalan aspal itu selalu basah karena air laut yang dibawa truk bersama pasirnya, kini jalanan itu menjadi kering. Jujur saya mengaku senang karena pasirku tidak dikeruk lagi,” ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Selain itu, Tosan juga berbagi pengalamannya saat mendapat penyiksaan dari anak buah Kepala Desa Selok Awar-Awar, Hariyono. Tendangan, pukulan, pentungan dan bacokan senjata tajam serta lemparan batu sudah dirasakannya. “Ternyata tidak muda mempertahankan negeri ini,” bisik Tosan kepada Memo Timur.

Warga Selok Awar Awar Sampaikan Uneg-Uneg

Akibat dari aksi kekerasan dan penganiayaan berat tersebut, dirinya harus menjalani operasi serta jahitan pada perut dan kepalanya. Betapa tidak, saat itu Tosan membuka kaos dan menujukan bekas perutnya yang robek karena sabetan senjata tajam milik tersangka. “Selain kepala, perut saya juga robek sepajang kurang lebih 30 centi,” terangnya.

Namun demikian, ia sudah merasa puas, Pasalnya, apa yang dulunya dicita-citakan sekarang  sudah tercapai. Terlebih lagi, dengan adanya kasus tersebut akhirnya dirinya bisa dikenal  diman-mana. “Alhamdulliah, sekarang saya menjadi artis dan selalu dimintai foto bersama,” guraunya dengan tertawa lebar. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: