Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Dalam rangka keselamatan serta penertiban terhadap kendaraan angkut barang maupun angkutan orang, pada  Kamis (15/10), siang kemarin pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Jawa Timur bersama Dishub Kabupaten Lumajang, melakukan razia di Jalur Kecamatan Tempeh-Lumajang.
 Muhamad Chisjqiel

Pada kesempatan itu, pihak Dishub meggunakan alat timbang portable untuk mengetahui berat dari muatan kendaraan tersebut. Selain itu, juga menggunakan dimensi alat ukur digital dengan laser. Hal itu untuk mengetahui layak tidaknya kendraan tersebut untuk mengangkut barang maupun orang.

Demikian yang disampikan oleh Kasi Pembina dan Keselamatan Bidang Pengendalan Operasional Dishub Propnsi Jawa Timur, Muhamad Chisjqiel kepada sejumlah wartawan yang meliput kegitan operasional pagi itu.

Menurutnya, dalam operasi tersebut tidak ditemukan pelanggaran telak yang dilakukan oleh para pengemudi angkutan barang maupun angkutan manusia. Setelah kami ukur menggunakan alat laser, hanya beberapa kendaraan yang melebihi ukuran standart namun masih bisa dikatagorikan normal dan layak. “Setelah kami ukur menggunakan alat laser, kelebihannya hanya sekitar satu centi meter saja,” jelasnya.

Disinggung tentang sepinya kendaraan yang melintas pagi itu, apakah sebelumnya ada pemberitahuan sehingga operasi itu bocor dan banyak kendaraan yang libur. Dengan tegas Chisjqel  mengaku tidak. Memang dua minggu sebelumnya, jelas dia, pihaknya telah melakukan suvei tentang jalur mana yang akan dijadikan tempat operasi.

ESDM Keluarkan 2 Syarat bagi Penambang Legal

Chisjqiel Mengatakan, sepinya jalur di Tempeh-Lumajang karena sekarang ini tidak ada aktfitas  penambangan pasir. Diakui olehnya, jalur Tempeh Lumajang itu kesehariannya hanya ramai dilalui oleh kendaraan angkutan pasir saja. Sehingga ketika penambangan ditutup, otomatis jalur Tempeh Lumajang juga sepi.

Rencananya, operasi itu hanya dilakukan satu hari saja yang selanjutnya akan pindah ke tempat lain. Karena UPTAJ mendapat jatah di masing-masing wilayah Jember, Lumajang dan Bondowoso satu kali operasi. “Kami berharap agar tidak banyak kendaraan yang yang mengabaikan keselamatan dan ketertiban jalan,” pungkasnya. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: