Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Gonim Ngamen, Bantu Ortu Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Lumajang, Memo_Hampir disejumlah perempatan lampu merah di Lumajang seperti di Jalan PB Sudirman atau yang lebih dikenal dengan perempatan ST, perempatan lampu merah Klojen, pertigaan lampu merah gladak abang dan pertigaan Wonorejo, banyak dijumpai pengamen cilik.
Komisi D DPRD H Bukasan

Meski sebutan pengamen identik dengan penyakit masyarakat, bermodal gitar kecil dan botol berisi pasir dan batu kecil, sejumlah anak baru gede itu terus menghampiri satu persatu kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu merah berganti hijau dan menyanyikan sebuah lagu, berharap mendapat imbalan uang.

Tidak sedikit uang yang didapat oleh para pengamen cilik tersebut. “Sehari, saya dapat uang paling sedikit 60 ribu. Saya mengamen tidak sendirian, tapi berdua dengan rekan saya bernama Budi, tetangga sebelah rumah Pak. Hasil mengamen itu langsung dibagi dua Pak,” tutur Gonim warga Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung.

Gonim yang mengaku pernah bersekolah di salah satu SD kecamatan Tekung mengaku, awal dirinya mengamen saat menjelang kenaikan kelas III menuju ke kelas IV. Kala itu kata Gonim, ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh sakit. Ibunya yang setiap harinya bekerja sebagai buruh tani mengaku bingung, karena uang tabungan habis untuk biaya berobat ayahnya.

Kata ibu, jangankan buat sangu sekolah. Buat belanja kebutuhan makan setiap hari, sangat pas-pasan. Omongan ibu itulah, membuat saya bingung dan memutuskan untuk berhenti sekolah Pak,” jelasnya.

Beberapa hari kemudian, dirinya diajak mengamen oleh rekannya bernama Budi. Tanpa pikir panjang, Gonim mengiyakan dan ikut mengamen. ”Waktu itu, saya masih belum bisa main gitar. Budi pakai gitar, saya menggunakan botol kecil diisi pasir dan batu kerikil. Alhamdulillah, uang hasil mengamen saya berikan ibu untuk membantu kebutuhan di rumah. Sekitar 5 bulanan saya mengamen ikut Budi ini Pak,” ungkap Gonim yang menolak untuk difoto.

Menyikapi maraknya pengamen cilik di sejumlah perempatan atau pertigaan lampu merah di Lumajang, wakil ketua komisi D  DPRD, H. Bukasan ketika dikonfirmasi Memo Timur mengaku prihatin melihat banyak pengamen cilik di Lumajang.

Selewengkan Pupuk, Sekdes Banyuputih Lor Dipolisikan

Untuk memastikan apakah para pengemen cilik itu benar-benar warga Lumajang atau bukan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Pol PP Lumajang dalam rangka untuk segera dilakukan penertiban dan pihaknya berharap para pengemen cilik bisa terjaring dalam penertiban itu.

Kami secara pribadi akan mendatangi semua orang tua pengamen cilik itu, pingin tahu kenapa mereka mengamen. Misalkan benar-benar tidak mampu untuk biaya sekolah mereka, kami carikan solusinya agar mereka tetap melanjutkan sekolahnya,” tegas H. Bukasan saat ditemui Memo Timur. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: