Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Meski pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak  masih akan dilaksanakan satu bulan lagi, tepatnya pada tanggal 26 November 2015 mendatang, namun situasi di beberapa desa yang akan melakasanakan Pilkades tersebut mulai tidak kondusife dan mulai memanas.
RSUD dr Haryoto Lumajang

Contohnya, yang terjadi pada Suwandi (52), warga Dusun Curahlapak, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung. Ia dituduh oleh Kasun Curahlapak, Iwan, telah mempengaruhi mertuanya untuk mencoblos salah satu calon. Sehingga, Kasun emosi lalu membacok kepala korban dengan celurit. Akibatnya, korban harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10) malam, sekitar pukul 20.0 WIB. Keterangan Saeful (49), warga setempat, malam itu korban sedang asyik nonton televisi di rumah temannya. Tak lama kemudian, ia mendengar teriakan dari pelaku yang saat itu ada di luar rumah sambil menyuruhnya keluar. “Ndi ada apa kamu di situ,  sini keluar,” teriak pelaku kepada korban.

Mendapat panggilan tersebut, korban langsung berpamitan pulang kepada pemilik rumah. Naasnya, baru saja akan mengambil sepeda onthelnya yang diletakkan di pinggir jalan, tiba-tiba ia diserang oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Craas.. satu bacokan dari belakang mengarah ke kepala korban.

Spontan, korban langsung lemas dan tak sadarkan diri. Warga yang mengetahui ada keributan, langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Herannya, meski mendapat bacokan keras, korban hanya luka beberapa centimeter saja di kepalanya. ”Mungkin karena kerasnya pukulaan itu, membuat korban pingsan,” ujarnya.

Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapakan pertolongan medis. Sementara itu, pelaku yang telah melampiaskan emosinya langsung pergi begitu saja. Diduga, pelaku kesal terhadap korban karena kerab mengajak mertuanya untuk memilih sala satu calon. “Mungkin pelaku tersinggug akhirnya marah,” terang Seful kepada Memo Tmur, Sabtu malam usai kejadian.

Dijelaskan lagi oleh Saeful, bahwasannya dalam bursa Pllkades di Desa Kalidilem, diikuti oleh 7 calon termasuk incumbent. 5 kandidat diataranya adalah keluarga besar incumbent, sedangkan 2 lagi warga setempat. “Kebetulan, korban adalah pendukung dari  satu diantara dua calon yang berasal dari warga setempat. Sedangkan pelaku, adalah pendukung dari incumbent,” paparnya.

Keterangan di atas, juga dibenarkan oleh korban  saat dijenguk oleh Memo Timur di salah satu ruang perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang pada Minggu (18/10), pagi. Memang diakui oleh korban, jika malam itu ia pegi ke rumah Bunamar yang tak lain adalah mertuanya Kasun (Pelaku-red) untuk galang tanda tangan.

Tukang Ojek Bawa Upal, Asis Diringkus

Waktu di rumah tersebut, korban menanyakan kepada pemilik rumah kalau pada saat Pilkades nanti suaranya akan diberikan ke siapa? Malam itu, tuan rumah mengaku jika suaranya akan diberikan kepada calon yang didukung korban. ”Karena sama-sama mendukung calon yang dari barat, maka ia saya suruh tanda tangan,” jelas korban kepada Memo Timur.

Menurut korban, sudah 3 hari sebelumnya ia sudah ada janji dengan mertua Kasun untuk datang ke rumahnya. Tujuannya tak lain adalah, untuk meminta tanda tangan dukungan seperti yang telah disepakati sebelumnya. ”Memang saya sudah ada janji untuk datang dan meminta tanda tangan dukungan,” ujarnya.

Dengan kejadian yang dialaminya itu, ia tidak terima dan meminta agar pelaku bisa ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. ”Pokoknya saya tidak terima Pak. Dan saya minta agar pelaku ditangkap dan diproses hukum,” pinta korban. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: