Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang,  Memo_Penyakit chikungunya mewabah di Kecamatan Jatiroto, sedikitnya ada 200 warga yang terjangkit penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk jenis aides aegypti ini. Diduga penyakit ini mewabah luas karena kondisi lingkungan di sana kurang terjaga kebersihannya.
Askap H


Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Askap H. mengatakan, jumlah warga yang terjangkit penyakit tersebut sesuai dengan hasil diagnosis secara klinis oleh tim medis Dinas Kesehatan. Untuk pemeriksaan lanjut, pihaknya juga sudah mengirimkan sampel darah ke laboratorium di Surabaya.

Kami juga sudah mengirimkan sampel darah dari sepuluh penderita chikungunya ke laboratorium di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan. Namun kami masih belum mendapatkan hasilnya," ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/2).

Askap mengatakan, secara klinis ratusan warga yang terserang penyakit chikungunya tersebut adalah jumlah akumulatif yang terdata sejak November 2015 lalu. Kendati ada 200 warga yang terserang chikungunya, pihaknya belum menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

60 Polgab Amankan Giat Serap Aspirasi Komisi A

Berdasarkan data yang diperoleh, penderita chikungunya ini tersebar di enam desa di Kecamatan Jatiroto, yakni Desa Jatiroto, Jatiroto Lor, Jatiroto Kidul, Rojopolo, Sukosari, dan Banyuputih Kidul. Data pada akhir 2015 menyebutkan penderita chikungunya di Kecamatan Jatiroto sebanyak 101 orang. Sedangkan menjelang dua bulan terakhir ini, terdapat 111 penderita.

Mengantisipasi jumlah korban lebih banyak lagi, Dinas Kesehatan Lumajang telah melakukan pengasapan di sejumlah daerah yang terdapat penderita chikungunya. Selain itu, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk.

Untuk itu, masyarakat harus berperan secara aktif. Tanpa peran aktif masyarakat, upaya memutus rantai penularan chikungunya ini akan susah. Sebagian besar warga yang terserang chikungunya ini berada di dekat kebun tebu,” pungkas Askap.

Dari informasi yang dimpun, gejala awal penyakit ini adalah demam tinggi, sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta bintik-bintik merah terutama di badan dan tangan. Meski gejalanya mirip dengan demam berdarah, pada chikungunya tidak terjadi perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: