Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Meski sudah dilakukan kesepakan antara pihak Polres Lumajang dengan para pengemudi truk pasir agar tidak mengangkut pasir di atas ketentuan, namun masih banyak juga pengemudi yang bandel. Sebagai sanksi tegas, polisi akan berikan tilang biru dengan denda maksimal Rp 500 ribu.
AKBP Fadly Munzir Ismail


Demikian yang dikatakan oleh Kapolres Lumajang, AKBP Fadly Munzir Ismail kepada sejumlah wartawan di lobi gedung Pemkab Lumajang, Jumat (5/2) pagi kemarin. “Sebelumnya, kami masih memberikan toleransi dengan menilang merah para sopir yang melanggar. Tetapi kalau masih tetap bandel, terpaksa akan kami tilang biru,” jelasnya.

Dijelaskan bahwa, beberapa hari lalu sudah dilakukan pertemuan antara pihaknya dengan ketua sekaligus perwakilan paguyuban sopir truk pasir di Lumajang. Dalam pertemuan itu sudah disepakati, jika truk angkut pasir muatannya tidak boleh melebihi 4,5 kubik pasir. Sebagai bukti kesepakatan, mereka membuat surat pernyataan dan sanggup tidak melanggar.

Namun sayangnya, kesepakatan tesebut rupanya tidak disetujui oleh beberapa dari anggota mereka. Dengan dalih, berat tonase yang ditentukan itu terlalu kecil dan mereka minta muatanya ditambah minimal 6 kubik pasir sekali jalan. “Karena itu sudah menjadi kesepakan bersama, ya kita harus tetap konsisten,” ujarnya.

3 Maling Dalam Bus, Diringkus Polisi

Disinggung mengenai aturan jam atau waktu, pihaknya tidak pernah mempersalahkan jam berapa truk pasir akan lewat. Namun yang menjadi kesepakan bersama itu adalah, bagi truk muat pasir agar tidak melebihi dari ukuran yang sudah disepakati bersama. “Mereka mau kirim pasir jam berapa saja kami tidak akan melarang. Namun kalau sudah melebihi tonase, baru akan kami tindak,” pungkasnya. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: