Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Penyelidikan selama satu tahun lebih, akhirnya petugas gaMelatin antara Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang bersama Polsek Jatiroto, berhasil meringkus Edi alias Ponaidi (25), warga Dusun Karanganyar, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, yang tidak lain pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Ipda Gatot Budi Hartono


Guna pemeriksaan lebih lanjut, tangan pelaku langsung dikrecek, kemudian petugas membawanya ke Unit PPA Polres Lumajang. Korbannya sebut saja Melati (13), warga Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto.

Pelaku diringkus petugas, Sabtu (13/2), sekitar pukul 24.00 WIB, di rumahnya,” kata  Kasubag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot Budi Hartono ketika dikonfirmasi Memo Timur, Minggu (14/2), via ponselnya.

Menurut keterangan korban, kejadian itu berawal saat Melati selaku korban menerima telepon dari pelaku dan mengajak korban bertemu di pinggir sungai belakang rumah korban. Tanpa curiga sedikitpun, misalkan pelaku akan berbuat jahat, korban terus menemuinya. “Korban mengaku ngobrol dengan pelaku lumayan lama,” tuturnya.

Entah setan apa yang telah merasukinya, tiba-tiba pelaku menarik tangan korban dan membekap mulut korban, kemudian berusaha menyetubuhinya. Kala itu korban berusaha melawan dengan menendang pelaku, tapi gagal. Pelaku pun akhirnya berhasil membobol kegadisan korban.

Gila...! Istri Ipar Digoyang Hingga Hamil 9 Bulan

Beberapa jam kemudian, korban pun langsung menceritakan kejadian yang dialaminya. Tak terima putrinya diperlakukan seperti itu oleh pelaku, korban didampingi orang tuanya terus melapor ke Unit PPA Polres Lumajang.

Berangkat dari laporan korban itulah, unit PPA Polres Lumajang terus melakukan penyelidikan, setelah setahun lebih akhirnya pelakunya berhasil diringkus. Akibat ulah bejatnya, Edi alias Ponaidi dijerat pasal Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Sekarang sudah meringkuk di sel tahanan Mapolres Lumajang,” pungkas Kasubag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot BH. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: