Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Gaji guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), tak sebanding dengan pengorbanan mereka terhadap anak didiknya. Bahkan untuk guru PAUD dan TK yang tak memiliki NIP (Nomor Induk Pegawai) hanya mendapat gaji sebesar 400 ribu per bulan.
Tutuk As'at


Ketua Yayasan Muslimat NU, Tutuk As’at menyampaikan, namun gaji senilai tersebut sudah termasuk besar ketimbang di daerah lain di jawa Timur. Seperti yang pernah disampaikan Ketua HIMPAUDI (Himpunan Pendidkan Anak Usia Dini) Jawa Timur, gaji guru Non Nip di Lumajang termasuk besar. Pasalnya di daerah lain masih kisaran 200-300 ribu per bulan.

Meskipun dengan gaji yang minimalis tersebut, Tutuk berharap para guru tetap semangat dalam mengemban amanah dalam berkerja untuk tetap memberikan pendidikan yang maksimal kepada anak didiknya. Karena pasti ada kenaikan gaji secara berkala.

Meskipun gaji minimalis, harus tetap semangat. Karena akan ada kenaikan,” ujarnya ketika memberikan sambutan dalam Workshop Kurikulum 13 yang diikuti Kepala TK/RA/KB se-kabupaten di bawah binaan Yayasan Muslimat NU Bina Bakti Wanita Perwakilan Lumajang, di pendopo kabupaten, Selasa (23/2).

Waspada..!! Pemalak Truk Pasir Bergentayangan

Karena karakter setiap orang dibentuk ketika masih dini, maka tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh guru PAUD dan TK cukup besar. Mereka dituntut untuk kreatif dan inovatif, agar mampu menciptakan karakter anak didik yang baik.

Bagaimanpun  juga yang diajarkan sejak dini, pasti terekam sepanjang hidupnya,” kata Tutuk.

Menyinggung kembali soal gaji guru Non Nip, pihak yayasan juga bakal memberikan tambahan gaji bagi mereka. Karena selama ini masih ada lembaga pendidikan yang menggaji gurunya denga nilai 50-100 ribu per bulan.

Akan ada tambahan gaji dari yayasan. Saya yang akan menyampaikan kepada yayasan biar memikirkan kesejahteraan gurunya,” papar Tutuk.

Sementara ia menghimbau kepada para guru agar tidak berkecil hati, meski ada yang menganggap peran guru PAUD dan TK masih kecil terhadap anak didik. Pasalnya banyak yang berpendapat anak didik di TK dan PAUD hanya diajak bermain dan bernyanyi.

Perjuangan guru PAUD dan TK harus terus semangat, jangan berkecil hati, karena kita penghantar generasi ke masa depan,” tegas Tutuk.

Bupati Lumajang As’at Malik sendiri menghimbau kepada guru untuk tetap dengan ringan hati ketika mengajar anak didik. Dengan begitu, mereka akan mudah membentuk anak didik yang berkaratkter yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara. “Gurunya ikhlas, pasti muridnya berkarakter,” singkat bupati.

Guru juga dituntut untuk mengajarkan hal-hal yang mudah diterima oleh indera pendengaran anak didik, sehingga mudah terekam pula oleh otak. “Yang didengar oleh anak-anak harus yang baik-baik,” ucap bupati.

Tak hanya itu, guru juga wajib memberi kesempatan anak didik untuk berkembang di jaman modern, namun masih dalam batas dan tetap berkarakter dan berakhlak. Pasalnya jaman terus berubah serta anak juga harus cepat beradaptasi dengan masa yang saat ini.

Pemateri workshop, Hardian Mariadi seorang Praktisi PAUD di Jawa Timur, mengatakan, jaman pendidikan di masa kini sudah mengalami perubahan dan berbeda. Persaingan dalam mengelolah sekolah serta anak didik juga berbeda, maka untuk itu guru dituntut harus berkembang pula sesuai dengan jamannya.

Kurikulum 2013, kata Hardian adalah upaya dari menteri pendidikan yang terus disoalisasikan dan diterapkan terutama di TK/PAUD. Ini dilakukan demi menciptakan generasi muda Indonesia yang gemilang ketika menginjak kemerdekaan ke-100 nanti.

Kurikulum 2013 ini, bagi TK dan PAUD adalah untuk memberikan kado emas pada 100 tahun Indonesia merdeka nanti. Karena ada kesempatan, untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk menjadi generasi penerus yang gemilang 25 tahun ke depan,” paparnya.

Bahkan kurikulum 2013 dirancang untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga anak-anak sudah dipersiapkan dari sekarang. Nantinya mereka harus layak sanding dan banding bukan hanya dengan anak lokal saja namun sudah secara global. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: