Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Untuk menyelamatkan sumber mata air di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit yang menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat, Dinas Kehutanan Lumajang menyumbang 11 ribu bibit pohon untuk ditanam di sekitar area sumber mata air. Ada 2 mata air di sana yang cukup besar, yaitu Wono Sedaeng dan Winong.
Indah Amperawati


Kedua mata air beberapa waktu lalu sempat mengecil dan nyaris mati, hingga membuat warga setempat panik karena mata air tidak bisa difungsikan kembali. Namun upaya penyelamatan segera dilakukan, 2 tahun terakhir warga di sana melakukan reboisasi sehingga mata air bisa diselamatkan dan mengalir cukup besar lagi.

Di minggu ini warga setempat kembali melakukan penanaman ribuan bibit pohon dari bantuan Dinas Kehutanan. Ada 7000 bibit pohon trembesi, 2000 bibit pohon petai, dan 2000 bibit pohon durian. Sementara ditambah 50 tanaman pucuk merah untuk keindahan di sekitar area mata air.

Sulap Charger HP Jadi Lampu Hemat Energi

oleh Kelompok Tani Hutan Desa setempat dengan dibantu oleh Danramil, perangkat desa setempat, serta dari Dinas Kehutanan sendiri, Kamis (25/2). Sebelumnya 5000 bibit bambu juga sudah ditanam dan kini sudah tumbuh besar yang mampu membantu menjaga kandungan air.

Kepala Dinas Kehutanan, Indah Amperawati mengatakan, pihaknya sangat mendukung aksi dari warga setempat yang gigih untuk menyelamatkan mata air. Pihaknya juga tak henti memberikan kesadaran untuk selalu menjaga kelestarian alam karena alam memberikan penghidupan bagi manusia.

Berikan mata air untuk anak cucu kita, bukan air mata untuk generasi ke depan,” ungkap Indah saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (26/2).

Ia menjelaskan, Kecamatan Gucialit merupakan daearah yang rawan air sama seperti halnya Kecamatan Ranuyoso. Hingga kini pemerintah masih melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan kekeringan di dua kecamatan tersebut.

Di Lumajang sendiri ada 411 sumber mata air, namun 9 diantaranya sudah mati dan sulit untuk dihidupkan kembali. Sedangkan 70 mata air hanya hidup di saat musim penghujan saja. “Sisanya masih normal namun perlu dijaga dan dilestarikan agar tetap hidup,” lanjut Indah.

Pihaknya sangat berterimakasih kepada warga Desa Wonokerto atas responsifnya untuk melakukan reboisasi guna penyelamatan mata air di desa setempat. Ia berharap warga di sana menjaga betul mata air di sana karena sudah menjadi kebutuhan untuk kehidupan warga. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: