Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Sidang Salim Kancil, 2 Terdakwa di Bawah Umur Disidang Belakangan

Lumajang, Memo_Sebanyak 35 dari 37 terdakwa perkara pembunuhan Salim Kancil, Pengeroyokan Tosan, dan Tambang Pasir Ilegal menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/2). Informasi yang diperoleh Memo Timur, sidang baru dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan memakai 2 ruang sidang serta menggunakan sistem estafet.
Naimullah


Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lumajang, Naimullah mengatakan, 2 terdakwa yang masih di bawah umur, berinisial E dan I tidak ikut disidang dengan alasan mereka akan disidang tersendiri secara singkat. Terdakwa E dan I masing-masing berusia 16 tahun dan 17 tahun. "Nanti keduanya akan disidang khusus untuk sidang anak-anak, dan sidangnya lebih singkat," ujar Naim

Ia menjelaskan, 2 terdakwa dibawah umur tersebut masuk di dalam berkas dengan dakwaan pembunuhan. Dia tak menyebutkan apakah pasal yang diterapkan terhadap mereka merupakan pasal pembunuhan berencana (340) atau pembunuhan biasa (380) KUHP.

 Cabuli Muridnya, Guru SD Tempeh Masuk Jeruji

Sidang pertama menghadirkan dua terdakwa, yakni Kades (nonaktif) Selok Awar-Awar, Hariyono, yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan, dan Mat Dasir, Ketua Tim 12 suruhan Hariyono. Dalam dakwaan dijelaskan, kedua terdakwa dinilai melanggar Pasal 340 (pembunuhan berencana), 380 (pembunuhan sengaja), dan Pasal 170 (pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa). Pasal 340 ancamannya maksimal hukuman mati.

Dalam persidangan ini diwarnai aksi puluhan Aktivis, seperti Walhi, Jatam dan elemen lainnya melakukan aksi dan orasi di depan PN Surabaya untuk memberikan support kepada penegak hukum agar seluruh proses peradilan ini berjalan dengan fair dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku pembunuhan aktivis Anti Tambang Selok Awar-Awar, Salim Kancil.

Secara terpisah, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Lumajang, Kurniawan Agung Prabowo mengatakan, dalam sidang perdana kali ini tidak hadir keluarga atau kerabat dari korban dengan alasan keamanan.  Untuk menjaga ketertiban, Agung menambahkan, sekitar 20 personel khusus dari pihak kepolisian yang akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan. “Tim keamanan merupakan penunjukan langsung dari Polda Jatim maupun Polres setempat,” ujarnya. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: