Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo_Diakui, adanya keterlibatan TNI dalam pemberdayaan petani di Lumajang berdampak positif bagi menurunnya penyalahgunaan bantuan pertanian dari pemerintah kepada para petani. Hal ini terjadi karena setiap bantuan yang diberikan kepada petani mendapatkan pengawasan langsung dari anggota TNI yang ada di desa.
Ir Paiman


Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Paiman di sela-sela kesibukannya, Kamis (4/2), siang kemarin. Menurutnya, keteribatan TNI dalam program pertanian sangat menguntungkan pihaknya. “Jujur saya akui manfaatnya sangat banyak,” akunya kepada sejumlah wartawan.

Hal itu dikarenakan, jumlah PPL  yang dimilikinya sangat maksimum sehingga di tiga desa hanya ada satu PPL. Tapi dengan adanya keterlibatan TNI maka program pertanian yanag dijalankan di setiap desa juga mendapatkan support dari anggota TNI. “Dan yang sangat signifikan dengan adanya TNI yang ikut mengawasi program pertanian, jumlah penyalahgunaan bantuan dari pemerintah kepada petani sangat menurun,” ujarnya.

Di sisi lain, dengan adanya keterlibatan TNI, para PPL tidak ragu lagi untuk datang ke desa-desa walaupun malam hari.  Di samping megawal, paling tidak bisa memberikan rasa aman karena sebagian PPL yang dimilki oleh Dinas Pertanian Lumajang kebanyakan adalah perempuan.

Sebagian PPL kita perempuan, sekarang ini walaupun diundang petani pada malam hari mereka masih sanggup datang. Ini sangat positif karena kadang petani bisa berkumpul pada malam hari untuk menerima penyuluhan,” ungkap Paiman.

Dalam acara panen raya yang berlangsung di Selok Besuki Sukodono Lumajang yang dihadiri langsung Menteri Pertanian, Ir Andi Amran Sulaeman pada Rabu (3/2), pagi kemarin, memang tampak dihadiri oleh banyak sekali anggota TNI. Mereka adalah anggota Babinsa yang selama ini bertugas di desa, yang belakangan ini dilibatkan dalam penyuluhan pertanian di masing-masing desa di Lumajang.

BNNK Gencar Pasang Stiker "Stop Narkoba"

Bahkan anggota TNI itu, sudah menguasai teknik penggunaan sarana produksi pertanian hingga sarana pasca panen. Melalui keterlibatan anggota TNI di lapangan, diharapkan produksi pertanian semakin meningkat seiring dengan tujuan pemerintah guna mewujudkan swasembada pangan dan meningkatnya kesejahteraan para petani di Indonesia.

Ditambahkan, bahwa hasil panen terutama padi di Lumajang sudah mencapai di atas rata-rata yang dipatok oleh pemerintah. Jika pemerintah pusat mematok perolehan panen padi di masing-masing wilayah berkisar 6,1 ton per hektar, Lumajang sudah di atas 6,2 ton per hektar. ”Bahkan ada yang mencapai 7 ton perhektarnya,” pungkas Paiman. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: