Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo Timur_Bupati Lumajang, As’at Malik membuka pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Dusun Darungan, Desa Selok Gondang, Kecamatan Sukodono, di Balai Desa setempat, Senin (18/4). Selain Bupati, turut hadir pula Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur, Dwi Listyawardani dan Kepala Badan Keluarga Berencana Lumajang, Farida Alfawati.
As'at Malik


Desa Selok Gondang menjadi satu-satunya desa dan pertama kali di Lumajang yang memiliki kampung KB. Farida menjelaskan, dipilihnya Desa Selok Gondang, karena selama ini jumlah cakupan KB di desa tersebut masih rendah.

Oleh karena itu, Kampung KB dicanangkan di desa Selok Gondang dengan tujuan menaikkan jumlah cakupan di desa tersebut. Nantinya ketika Desa Selok Gondang sukses, bisa menjadi contoh desa lainnya di Lumajang.

Jadi dipilih di desa dengan jumlah cakupan KB yang masih rendah,” ujar Farida pada sejumlah wartawan saat ditemui usai acara.

Raperda RSUD Pasirian Sepakat Tak Dilanjutkan

Untuk jumlah angka pertumbuhan penduduk, kata Farida di Desa Selok Gondang tidak terbilang tinggi dan sama dengan di desa-desa lainnya. Di Lumajang sendiri, rata-rata angka pertumbuhan penduduk sangat kecil yakni 0,42, sedangkan seluruh Jawa Timur sendiri 1,9.

Angka pertumbuhan penduduk di Lumajang sangat kecil, 0,42, itu sudah kecil. Jadi untuk KB di Lumajang dan jawa Timur sudah berhasil,” terang Farida.

Dibentuknya Kampung KB di Lumajang ini, masih kata Farida, merupakan inovasi nasional yang menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal 1 kampung KB. Sasarannya merupakan dusun atau desa terpencil atau yang belum banyak tersasar KB.


Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dwi Listyawardani menyampaikan, pencanangan Kampung KB akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, setiap kota/kabupaten minimal ada 1 Kampungg KB. Tahun 2017, minimal 1 kecamatan memiliki 1 Kampung KB. “Dan tahun 2018, Kampung KB sudah ada di seluruh desa,” ujarnya saat sambutan.

Dwi Listyawardani mengapresiasi Lumajang karena membebaskan retribusi pelayanan KB dan ini merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Indonesia. “Hanya di Lumajang, ini nilai plus dan prestasi tersendiri bagi Lumajang,” tuturnya.

Bupati Lumajang, As’at Malik menyampaikan, selain menekan angka pertumbuhan, program KB juga untuk menyiapkan generasi bangsa yang lebih baik. Selain itu, meyiapkan keluarga yang terencana dan keluarga yang sejahtera.

Orang tua harus menyiapkan anaknya agar bermental bagus. Mental itu penting dan orang tua memiliki peran yang besar,” ujar bupati saat memberikan sambutan. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: