Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo Timur_Bupati Lumajang, As’at Malik dan Kepala Dinas Pendidikan, Imam Suryadi memantau aktifitas ujian nasional (UN) tingkat SLTA, Selasa (5/3). Turut memantau pelaksanaan UN tersebut Kabag RTP, Kabid Dikmenum, dan Kasi Mapenda.
As'at Malik


Rombongan tersebut memantau UN di MAN Lumajang dan SMKN 2 Lumajang. Sementara selain rombongan bupati, ada 2 tim lain dari Pemkab yang juga melakukan pemantau di sekolah berbeda. Tim 2 memantau di SMAN Jatiroto dan SMK Muhammadiyah Jatiroto. Sedangkan tim 3 memantau di SMAN 2 Lumajang dan SMK Al Maliki Sukodono.

Usai melakukan pemantauan, bupati mendapat laporan ada 2 siswa yang sakit, sehingga harus mengerjakan UN di rumah sakit. Siswa sakit tersebut dari SMAN 2 Lumajang dan SMA Kunir. Kini keduanya berada di Rumah Sakit Islam, yang sudah dirancang oleh pelaksana ujian. Ketika mengerjakan soal, mereka dijaga oleh pengawas khusus.

Laporannya mulai kemarin, ada 2 siswa yang harus ujian di rumah sakit Islam. Jadi meskipun sakit, mereka masih bisa mengerjakan UN,” terang bupati pada sejumlah wartawan.

Bupati menyampaikan, UN SLTA tahun ini sudah tidak ada permasalahan, seperti kekurangan soal maupun lembar jawaban. Ditambah dengan adanya 3 SMK yang mulai menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sehingga lebih memudahkan siswa. “Masalah yang muncul seperti kekurangan soal sudah tidak ada,” katanya.

Untuk para peserta UN, bupati menghimbau kepada mereka untuk menjaga kejujuran dalam mengerjakan soal. Pasalnya bupati menilai kejujuran lebih penting dari sebuah prestasi. “Prestasi iya, tapi jujur lebih penting,” ujarnya.

UN Hari Pertama di Lumajang Berjalan Lancar

Menyinggung jumlah SLTA yang masih sedikit untuk menggelar UNBK, bupati menegaskan sudah ada sejumlah sekolah yang sudah siap akan tahun depan untuk menggelar UNBK juga. Pasalnya untuk menggelar UNBK, sebuah sekolah harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan demi kelancaran ujian. “Persoalnnya hanya ada pada infrastruktur,” tuturnya.

Sementara para siswa sendiri, bupati menilai mereka sudah siap untuk mengikuti UNBK. Bupati menargetkan, tahun depan jumlah sekolah yang bakal menggelar UNBK bertambah dua kali lipat dari tahun ini. “Mudah-mudahan, minimal bertambah dua kali lipat dari saat ini,” katanya. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: