Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo Timur_Masyarakat Desa Pakel Kecamatan Gucialit kembali mengelar acara sedekah desa, Jum'at (8/4). Acara tahunan ini digelar sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil alam yang dipanen di desa setempat.
Lumajang


Sejumlah hiburan digelar untuk memeriahkan sedekah desa tahun ini. Salah satunya yang tak pernah ketinggalan adalah kesenian ojung. Sedangkan pada malam harinya akan ada pargelaran wayang kulit.

Dua Pendekar Carok, 1 Masuk RS 1 Masuk Bui

Untuk kesenian ojung, merupakan tradisi turun-menurun dari nenek moyang yang selalu digelar tiap tahun dalam acara sedekah desa. Ojung adalah seni pertarungan dua orang menggunakan rotan.

"Ini sudah tradisi turun-temurun dari nenek moyang dalam rangka sedekah desa," ujar Ngadi, Kepala Dusun Sidomulyo Desa Pakel Gucialit. Sedekah desa digelar sebagai ungkapan hasil panen di desa setempat seperti padi, jagung, dan kopi.

Ada aturan khusus dalam ojung, diantaranya tidak boleh memukul angggota tubuh kecuali punggung. Kedua petarung akan secara bergantian memukul dan bertahan. Jumlah kesempatan memukul beragam, biasanya 3 hingga 10 kali.

Meskipun terkesan bahaya, ojung tetap menjadi hiburan yang meriah dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Karena usai bertarung, kedua petarung akan bersalaman dan tidak ada dendam usai pertarungan tersebut.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga terlibat dalam pertarungan ini. Ini dilakukan guna mengenalkan ojung kepada anak-anak dengan harapan kesenian ini terus bissa dilestarikan.

Sebelum kesenian ojung dimulai, diawali dengan ritual oleh tokoh desa setempat dengan membakar kemenyan untuk mendoakan rotan yang akan digunakan. Warga juga secara bergotong royong membawa tumpeng dan sejumlah jajanan tradisional untuk kemudian dimakan bersama usai acara ojung digelar.


Pemuda desa setempat, Irawan mengatakan, kesenian ojung perlu terus dikembangkan dan dilestarikan. Pasalnya ini merupakan kesenian turun temurun yang sudah mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, pemuda desa setempat saat ini berupaya mengemas kesenian ojung ini dalam paket wisata. Selain mengenalkan ojung, juga untuk menarik wisatawan ke Gucialit dan mengenalkan potensi yang ada.

"Ke depan akan kita buat paket wisata, untuk menarik wisatawan," kata Irawan.

Irawan menjelaskan, di Kecematan Gucialit hanya ada 5 desa yang menggelar sedekah desa dan mempertunjukkan kesenian ojung. Yakni, Desa Wonokerto, Desa Kenongo, Desa Kertowono, dan Desa Pakel sendiri.

Irawan juga meminta pada pemerintah setempat untuk terus mempromosikan kesenian ojung dan semua potensi di Gucialit. Ke depan, ia juga berencana mengundang bupati dan para SKPD untuk melihat kesenian ini secara langsung. "Sekarang kita sedang mengemas potensi di Gucialit agar orang luar tau Gucialit dan berkunjung ke sini," pungkas Irawan. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: