Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Memo Timur_Untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalah gunaan narkoba, Dinas Pendidikan melaunching Kurikulum Terintegrasi P4GN (Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Penyusunan dan penerapan kurikulum ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasionl (BNN) Kabupaten Lumajang.
AKBP Wuwuh Priwibowo


Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Wuwuh Priwibowo menyampaikan, kurikulum berfungsi untuk menyelematkan sekaligus membentengi anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini penting dilakukan, mengingat data peredaran narkoba di Indonesai saat ini semakin tinggi.

Bahkan kata Wuwuh, dari penelitian yang sudah dilakukan tidak ada satupun RW di Jakarta yang terbebas dari narkoba. Narkoba juga telah membunuh 41 orang setiap harinya di seluruh dunia.

Perlu dilibatkan seluruh komponen untuk menyelematkan anak bangsa agar terhidar dari bahaya pnyalah gunaan narkoba,” ujar Wuwuh saat memebrikan sambutan dalam Launching Kurikulum yang digelar di SMPN 1 Sukodono, Senin (25/4).

Ia berharap penerapan kurikulum ini bisa benar-benar terealisasi dan mampu menekan angka pengguna narkoba di Lumajang khususnya. “Kita berharap bisa terealisasikan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Imam Suryadi mengatakan, kurikulum ini dibuat untuk menghindarkan pelajar dari sisi dan pengaruh buruk peredaran narkoba. Ia menegaskan narkoba merupakan ancaman terbesar bagi generasi muda. “Narkoba sangatlah menyesatkan,” ujarnya.

Dari laporan BNN, kata Imam, jumlah pengguna narkoba naik hingga 20 persen dari 2,2 juta menjadi 3,3 juta. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, apabila upaya pencegahan tidak segera dilakukan.

Kakek Bau Tanah Cabuli 3 Bocah SD

Pengguna narkoba, kata Imam, paling banyak berada di usia produktif diantara usia 15 sampai 24 tahun. Sementara jumlah pengguna dari kalangan pelajar SLTP dan SLTA jumlahnya juga cukup besar.

Untuk kurikulum ini, terang Imam diterapkan di sekolah tingkat SLTP dan SLTA. Hal ini merupakan terobosan baru, untuk mencetak generasi muda yang sehat tanpa narkoba. Realisasi kurikulum terintegrasi ini dibentuk dalam Silabus dan RPP. “Akan dipraktekkan oleh guru pengajar di dalam kelas,” pungkasnya.

Bupati Lumajang, As’at Malik menambahkan, meskipun penyalah gunaan narkoba sudah banyak yang tau jika itu menyalahi aturan, namun tak sedikit yang paham cara menjelaskannya. Sehingga kurikulum ini dibentuk agar guru bisa menjelaskan bahaya tersebut pada peserta didik.

Jadi kita benar-benar memberikan instruski untuk penerapan itu dan jangan ada guru yang malas menyampaikan hal ini pada peserta didiknya,” ujar bupati. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: