Ad

Memo Timur Lumajang
23 May 2016

2 Pendaki Asal Cirebon Hilang di Semeru

Posted by on 23 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Dua pendaki asal Kabupaten Cirebon dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Semeru. Identitas keduanya diketahui bernama Supyadi (26), warga Tegal Gubuk, Kecamatan Lempuyangan dan Zirli Gita Ayu Safitri (17), warga Desa Bojong Kulon, Kecaamatan Susukan.


Kedua pendaki dilaporkan hilang secara resmi oleh temannya ke Kantor Resort Ranupani pukul 8 malam, Jum’at (20/5). Tim Advance sempat melakukan pencarian selama 24 jam namun hasilnya nihil. Kemudian dilajutkan dengan Open SAR dan memberangkatkan 20 orang.

Sukron, salah satu teman pendaki yang hilang mengatakan, keduanya terpisah dari rombongannya di Watu Gedhe pada pukul 8 pagi, Kamis (19/5). Keduanya melanjutkan perjalanan ke Mahameru sedangkan Sukron dan 3 teman lainnya tidak melanjutkan perjalanan.

Padahal secara resmi rekomendasi pendakian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dibatasi hingga Kalimati. Hingga berita ini dinaikkan kedua pendaki masih belum ditemukan. Sementara pendakian Semeru ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Sampah Numpuk, TNBTS Terapkan Denda Bagi Pendaki

Kronologis kejadian dari infromasi yang dihimpun, rombongan yang terdiri dari 6 orang, yaitu Sukron, Supyadi, Zirli, Ahmad, Lindianasari, dan Roizatul mulai melakukan pendakian dari Ranupani, Selasa (17/5). Setelah tiba di Ranu Kumbolo, keesokannya, Rabu (18/5), mereka melanjutkan pendakian ke Kalimati.

Meski pendakian dibatasi hingga Kalimati, rombongan nekat melanjutkan pendakian menuju ke Puncak Mahameru, Kamis pagi (19/5). Namun sampai batas vegetasi, 2 orang tak melanjutkan dan turun ke Kalimati. Sukron, Supyadi, Zirli, dan satu temannya tetap melanjutkan perjalanan.


Pukul 8 pagi, keempatnya sampai di Watu Gedhe, di sini Sukron dan salah satu temannya berhenti karena tidak mampu melanjutkan perjalanan. Sedangkan Supyadi dan Zirli masih tetap melanjutkan perjalanan ke Mahameru.

Sukron dan temannya tidak langsung turun dan memilih menunggu Supyadi dan Zirli kembali dari Mahameru. Namun hingga pukul 2 siang, Supyadi dan Zirli tak kunjung kembali sehingga Sukron dan temannya memutuskan turun terlebih dulu ke Kalimati dan menemui kedua teman lainnya.

Karena Supyadi dan Zirli tak kunjung datang, akhirnya mereka melaporkan kejadian ini langsung ke Sukaryo, salah satu Saver Gunung Semeru. Mengetahui hal ini, Tim Saver melakukan pencarian keesekoannya, Jum’at (20/5), hingga Puncak Mahameru, namun hasilnya nihil. Sedangkan keempat pendaki melanjutkan perjalanan turun.

Bantuan personil untuk pencarian juga datang datang dari BPBD dan SAR. Dua personil BPBD Lumajang, 7 personil Basarnas, dan 6 personil SAR Lumajang mulai melakukan pencarian melalui Tawon Songo, Minggu (22/5), sore.

Kepala Seksi Wilayah I Bidang Pengelolaan Wilayah II TNBTS, Budi Mulyanto mengatakan, pencarian terus dilakukan. Namun Mulyanto mengatakan, bisa saja mereka berada di trek yang benar tapi sengaja berlama-lama di Semeru. "Pencarian terus dilakukan," ujar Budi.

Balai Besar TNBTS mulai membuka jalur pendakian pada awal Mei 2016 dengan ketentuan dibatasi hingga Kalimati. Batasan ini sesuai dengan hasil rekomendasi PVMBG dengan dirapatkan lebih dulu pada akhir April 2016. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top