Ad

Memo Timur Lumajang
11 May 2016

Ada 1.441 Kios Pasar yang Tak Difungsikan

Posted by on 11 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang menyebut ada ribuan kios di seluruh pasar di Lumajang yang tak difungsikan. Dari data yang ada, setidaknya ada 1.441 kios yang tersebar di 20 pasar yang tidak difungsikan.
Agus Wicaksono


Ketua DPRD Lumajang, H. Agus Wicaksono, S.Sos mengatakan, hal ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang seharusnya diterima oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pasar. Ia menegaskan, ini merupakan persolan serius yang membutuhkan evaluasi dari pemerintah daerah.

Bagaimana caranya agar tidak kosong dan difungsikan sebagaimana mestinya,” ujar Agus ketika membacakan Catatan Strategis Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2015 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (9/5).

“Catatan Merah” RSUD dr. Haryoto

Selanjutnya, dewan menilai cakupan retribusi pasar masih belum memenuhi target yang ditentukan. Saat ini hanya 76 persen cakupan retribusi yang diterima. Sehingga muncul dugaan adanya pungutan liar yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2015.

Agus menegaskan, fungsi pengawasan Dinas pasar harus lebih ditingkatkan. Perlu adanya penindakan tergas terhadap oknum di masing-masing pasar yang melakukan pelanggaran. “Sehingga retribusi yang selama ini tak tersampaikan bisa tersampaikan,” tegasnya.

Dewan juga menginginkan adanya pembangunan dan pengembangan pasar yang representatif. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar pasar tradisional tak kalah bersaing dengan pasar modern yang sudah berkembang pesat.


Hal ini juga untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat Lumajang,” kata Agus.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pasar, Yossie Sudarso saat dikonfirmasi membenarkan adanya 1.441 kios yang tak difungsikan. Ia menerangkan, dari sekian jumlah tersebut sudah ada pemiliknya. Namun tidak digunakan untuk brjualan oleh mereka.

Ada sebagian kios yang hanya digunakan sebagai gudang ada juga yang sudah tutup karena pailit,” ujar Yossie ketika dihubungi Memo Timur, Selasa (10/5).

Yossie menjelaskan, total ada 6.706 petak yang bisa digunakan berjulan yang tersebar di seluruh Lumajang. Jumlah ini termasuk kios, ruko, toko, los, dan bedak. “1.441 petak diataranya tutup tidak dipakai jualan,” terangnya.

Untuk Pasar Artagama di Jl. Gajah Mada, Yossie mencontohkan, ada 131 petak los yang disediakan. Namun 117 diantaranta tidak difungsikan sebagaimana mestinya dan hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.

Yossie menyesalkan, karena pasar yang menampung para pedagang dari pindahan dari Alun-alun Lumajang ini tidak memaksimalkan tempat yang sudah disediakan. Justru mereka lebih memilih berjualan di tempat keramaian lainnya. Sehingga untuk penarikan retribusinya sulit. “Ditarik teribusi ya gak mau bayar,” pungkasnya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top