Arifin, Duda Tewas Dibantai Gerombolan OTDMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
23 Mei 2016

Arifin, Duda Tewas Dibantai Gerombolan OTD

Posted by on 23 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Warga Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Tekung pada Sabtu (21/5), malam, sekitar pukul 21.50 WIB. mendadak gempar. Pasalnya, M. Arifin (40), seorang duda yang tinggal bersama ibu dan adik laki-lakinya tewas dengan luka bacokan setelah dibantai sekelompok orang dengan membawa senjata tajam jenis celurit. Kini, kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian.


Informasi di lapangan, malam itu ada sekelompok orang laki-laki mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam dengan diiringi dua sepeda motor yang berjalan di belakangnya. Setiba di depan rumah korban, lima orang tak dikenal (OTD) yang ada di atas mobil tersebut turun sambil menenteng senjata tajam celurit berjalan menuju rumah korban.

Kelima orang itu memakai jaket hitam langsung nylonong masuk ke dalam rumah korban,” terangnya. Tak lama kemudian, satu dari lima orang itu langsung mengayunkan celurit ke arah korban. Hanya satu sabetan, korban langsung ambruk dengan luka menganga pada bahu dan leher sebelah kanan.

Mengetahui korban roboh tidak bernyawa, kelima pelaku itu langsung keluar dari rumah korban, lalu berangkat dengan mengendarai mobil Toyota Avanza yang diparkir di halaman depan rumah korban. Mengetahui anaknya tewas dengan luka bacokan, Tinah (65), ibu korban langsung teriak histeris.

Hamili Anak Tetangga, Pria Beristri Diringkus

Warga yang mendengar ada kejadian itu, langsug melaporkannya kepada Kepala Desa (Kades) setempat yang dilanjutkan ke Mapolsek Tekung. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Tekung bersama tim dari Polres Lumajang tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil meminta keterangan dari saksi yang mengetahui kejadian itu.

Kami dibantu oleh anggota dari Polres Lumajang sedang melakukan olah TKP untuk mendalami motif kasus tersebut,” ujar Kapolsek Tekung, AKP Sugiyanto, SH. ketika dikonfirmasi Memo Timur. Setelah dilakukan olah TKP, jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang untuk diotopsi.


Sementara ini kata Kapolsek, belum ada kepastian tentang motif dari aksi pembunuhan itu. Guna proses lidik, petugas membawa baju serta sarung milik korban dan sandal jepit warna putih dengan motif bergambar yang diduga milik dari salah satu pelaku yang tertinggal di TKP. “Semua barang yang berkaitan dengan korban dan pelaku kami amankan sebagai barang-bukti (BB),” ujar Sugiyanto.

Selain itu, petugas juga membawa para saksi yang tahu persis kejadian itu ke Mapolsek Tekung guna dimintai keterangannya. Dari para saksi itulah, nantinya akan dijadikan acuan oleh petugas untuk mengetahui siapa pelaku dan motif dari aksi pembataian itu. “Yang pasti, kami tidak mau berspekulasi tentang motif dari aksi pembunuhan itu,” pungkasnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top