Bantuan Para Nelayan Tak Kunjung Cair, Bunadi NgaduMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
27 Mei 2016

Bantuan Para Nelayan Tak Kunjung Cair, Bunadi Ngadu

Posted by on 27 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Bunadi (50), nelayan asal Dusun Maleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, pada Kamis (26/5), siang mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang. Kedatangannya itu tak lain adalah, untuk menanyakan uang bantuan para nelayan dari Pemerintah Pusat yang belum juga dicairkan.


Siang itu, Bunadi tidak sendirian melainkan dibarengi Dul Alim (49), yang masih saudaranya. Pada kantor tersebut, Bunadi diterima langsung oleh Sekretaris dari Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan, I Nyoman Janiana. Kepada yang bersangkutan, Bunadi menceritakan apa yang menjadi keluhannya itu.

Beberapa tahun yang lalu kata Bunadi, ia bersama 19 teman-teman nelayan diajak rapat di salah satu hotel di kota Malang selama 2 hari. Pada rapat itu dijelaskan, jika pemerintah akan memberikan bantuan berupa perahu kepada masing-masing nelayan senilai Rp 15 juta.

Diduga Edarkan Ganja, Halili Diringkus

Selang beberapa minggu kemudian, bantuan tersebut cair sebesar Rp 300 juta yang dikirim melalui rekening masing-masing pengurus kelompok. Setelah itu, uang tersebut diberikan kepada ketua kelompok yang kemudian diserahkan kepada petugas perempuan yang diketahui dari Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan.

Namun pada saat pembagian, ternyata tidak semua anggota nelayan yang jumlahnya 20 orang itu menerimanya tetapi hanya separuh anggota atau sepuluh orang saja. ”Kalau saya dan sembilan lagi teman saya menerima Pak. Tetapi yang sepuluh anggota lainya tidak menerima,” jelas Bunadi.

Dari ketidak adilan itulah, akhirnya kasus ini mencuat dan 10 nelayan yang merasa diajak ke Malang serta namanya diajukan sebagai penerima dana bantuan itu mulai menanyakannya. “Tadi mereka akan ikut ke sini semua untuk menanyakan posisi uang bantuan tersebut. Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya saya sendiri yang berangkat ke sini dibarengi Pak Dula Alim,” ujar Bunadi.


Mendengar keluhan itu, I Nyoman Janiana mengaku tidak bisa memberikan komentar karena yang bersangkutan sedang ada acara rapat di Surabaya. Namun dirinya berjanji, akan memberikan jawaban itu setelah yang bersangkutan pulang dari Surabaya.

Untuk hari ini, saya tidak bisa memberikan jawaban atau penjelasan apapun. Namun saya berjanji, besok setelah yang bersangkutan pulang dari Surabaya, akan saya kumpulkan. Hasilnya, akan saya beritahukan kepada Sampean pada hari Senin lusa,” paparnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top