Belum Ada SLO, Videotron di Adipura Belum NyalaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
14 Mei 2016

Belum Ada SLO, Videotron di Adipura Belum Nyala

Posted by on 14 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Meskipun sudah terpasang sudah cukup lama, videotron di perempatan adipura kota masih belum menyala karena belum teraliri listrik. Beda hal dengan videotron satunya yang terpasang di depan Pendopo Kabupaten yang sudah menyala dan sudah menayangkan konten pemerintahan.
Agus Pujianto


Manajem PLN Lumajang, Agus Pujianto mengatakan, pihaknya belum bisa memasang instalasi litrik karena ada persayaratan dari pihak vendor yang belum dilingkapi. Pihak vendor masih belum menyerahkan SLO (Sertifikat Laik Operasi).

Selama SLO belum ada, pihak PLN tidak berani melakukan instalasi dan mengaliri listrik karena merupakan syarat utama dan jika dilanggar akan berbenturan dengan aturan. Sementara meteran, travo, dan peralatan lainnya sudah disiapkan oleh pihak PLN.

Dari pemohon, sertifikat belum diserahkan. Kita takut kena undang-undang kalau belum ada. Sementara meterannya sudah kita siapkan,” ujar Agus, Jum’at (13/5)

Pihak PLN juga sempat menghubungi pihak vendor untuk menanyakan SLO agar instalasi listrik bisa segera dilakukan. Pihak vendor menyebutkan, masih dalam proses pengurusan SLO yang dimaksud.

Dari informasi di laman konsuil.or.id, SLO dikeluarkan oleh KONSUIL (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik). Dimana tujuan dari SLO ini adalah melakukan standarisasi keamanan dan kualitas dari instalasi listrik yang terpasang.

Tekan Tunggakan PKB, Dispenda Jemput Bola

Sehingga dipastikan bahwa penggunaan instalasi listrik tersebut sudah dikerjakan oleh tenaga profesional yang ahli di bidang instalasi listrik. Serta memenuhi standar penggunaan bahan – bahan yang ber-SNI (Standar Nasional Indonesia).

Selain itu diperiksa standar pemasangannya sehingga segala bentuk bahaya dari listrik telah diminimalkan. Sehingga masyarakat sebagai pengguna pun mendapatkan rasa aman dan nyaman terhadap penggunaan instalasi listrik yang terpasang.

Agus menjelaskan, untuk videotron di perempatan adipura vendor atasnama CV. Reklame Adikarya dari Surabaya. Sedangkan videotron di depan Pendopo Kabupaten atas nama pemerintah dan sudah melengkapi persyaratan, sehingga instalasi listrik sudah dilakukan dan menyala.

Kalau yang di depan pendopo itu sudah lengkap persyaratannya, dan langsung kita lakukan pemasanagan,” terang Agus.

Sehingga, kata Agus, pembayaran tagihan listrik untuk videotron di depan Pendopo Kabupaten dilakukan oleh pemrintah. Sementara di perempatan adipuran dilakukan oleh pihak swasta.

Di pendopo itu pemerintah yang ngelolah, jadi terpusat bayarnya dari pemerintah. Sementara di perempatan adipura swasta,” terangnya. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top