Ad

Memo Timur Lumajang
7 May 2016

Curi Helm, Dua Pelajar MA Babak Belur

Posted by on 7 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Dua maling helm, babak belur dihakimi massa, setelah tertangkap basah mencuri helm warna merah, saat beraksi di area perkiran yang terletak di Jalan Gajah Mada, tepatnya Taman Toga Lumajang, Rabu (4/5), sekira pukul 11.00 WIB.
H. Suwono


IF dan BA, diketahui sebagai pelajar yang masih duduk dibangku kelas X Madrasah Aliyah Roudatul Jadid, Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung. Informasinya, helm yang dicuri oleh kedua pelajar itu, milik salah satu anggota TNI.

Dua pelaku ini berboncengan sepeda motor. Satu ambil helm, satunya lagi berada di atas sepeda motornya. Korban berdinas dimana, kami kurang tahu. Yang kami dengar kala itu, korbannya adalah anggota TNI, gitu saja Mas,” tutur Sundari kepada sejumlah media.

Ceritanya, siang itu korban memarkir sepeda motornya di sekitaran Taman Toga. Helm warna merah milik korban, dicantolkan di atas kaca spion motornya. Tiba-tiba, datang dua pelaku berboncengan sepeda motor. Satu pelaku turun mengambil helm milik korban, kemudian kabur dengan sepeda motor yang sudah menunggu di sebelahnya.

Aksi pelaku diketahui oleh korban, yang kala itu berada tak jauh dari lokasi. Melihat helm ducuri, spontan korban berteriak maling. Dibantu warga, korban terus melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan korban bersama warga pun berlangsung seru.

Setubuhi Pacar, Pemuda Kudus Dijemput Polisi

Dasar lagi harus bernasib apes, begitu melintas di Jalan Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, kedua pelaku terjungkal dari atas motornya. Korban bersama warga terus menangkap kedua pelaku. “Ya sempat menjadi bulan-bulanan kemarahan warga Mas,” terangnya.

Beruntung, petugas Sat Sabhara Polres Lumajang yang sedang melakukan patroli segera tiba di lokasi, langsung mengamankan kedua pelaku. Melihat kondisi kedua pelaku babak belur, petugas terus membawanya ke RS Bhayangkara. “Kejadiannya, kami tidak tahu. Kami hanya mengamankan kedua pelaku bersama petugas SPK Polres, kemudian membawanya ke RS Bhayangkara ini,” kata Bripka Wahyudiono.

Secara terpisah, Kepala Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, H. Suwono ketika dikonfirmasi sejumlah media di RS Bhayangkara mengaku tidak tahu kejadian persisnya. Namun, dirinya berusaha akan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

Kami masih mencari siapa korbannya, tujuannya untuk kami ajak duduk bersama. Intinya, agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi, kedua pelakunya adalah pelajar. Kami yakin korban akan memahaminya,” tutur Suwono.


Deli, selaku Kepala Sekolah mengaku kaget, begitu memperoleh informasi dua peserta didiknya babak belur dihakimi massa, lantaran mencuri helm. Apakah sudah mencuri atau masih akan mencuri, Deli mengaku belum tahu.

“Yang jelas, kami akan berkoordinasi dengan Pak Inggi, agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jika tidak, bagaimana nasib kedua pelajar itu, wong sudah mau ujian semester kenaikan kelas,” tegas Deli.(cho)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top