Diduga Edarkan Ganja, Halili DiringkusMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
26 Mei 2016

Diduga Edarkan Ganja, Halili Diringkus

Posted by on 26 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Dicurigai sebagai pengedar daun ganja, Halili Mustofa bin Ponidi (33), warga Dusun Pabrikan, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, ditangkap petugas Polres Lumajang, Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) di rumahnya, Selasa (24/5), sekitar pukul 23.00 WIB.
AKP Prio Purwandito


Berhasil diamankan dari tangan tersangka, satu poket ganja seberat 1,56 gram, satu poket serbuk kristal alias sabu seberat 0,02 gram, 2 buah sendok takar sabu, 1 bandel platik klip, 1 buah HP merk Nokia dan uang sebesar 350 ribu.

Tersangka tidak dapat mengelak, karena semua BB berhasil diamankan lebih dulu oleh anggota Mas,” kata Kasat Reskoba, AKP Prio Purwandito saat dikonfirmasi Memo Timur, Rabu (25/5), di kantornya.

Menurutnya, penangkapan tersangka berangkat dari informasi warga yang menyampaikan, apabila tersangka ini sering kepergok warga bertransaksi daun ganja di rumahnya. Karena ganja termasuk narkotika golongan I, pihaknya bergerak cepat menuju ke lokasi sesuai informasi warga.

Untuk sampai ke rumah sasaran operasi, kami bersama anggota butuh waktu 5 jam. Selain berada di wilayah ujung selatan batas Lumajang dengan Malang, kondisi jalannya sangat tidak mendukung alias rusak,” ujarnya.

Begitu sampai di rumah tersangka, pihaknya langsung menyebar kemudian menggerebeknya dan berhasil mengamankan tersangka bersama Barang Bukti (BB) narkoba itu. Setelah didata, tersangka dan BB itu diangkut ke Polres Lumajang.

Kisah Dramatis Penemuan 2 Pendaki Hilang

Ketika dimintai keterangan oleh penyidik terkait dengan BB Narkoba itu, tersangka mengaku bermain narkoba sejak beberapa bulan saja. Akibat kelakuannya, tersangka terancam dijerat pasal 114 jo 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba minimal 4 tahun penjara.

Proses pemeriksaan akan dilanjutkan besok pagi, guna mengungkap dari mana barang haram itu didapat. Sementara ini, tersangka masih belum buka mulut,” tegas Kasat Reskoba, AKP Prio Purwandito.

Secara terpisah ketua LSM IBW Lumajang mengatakan, penyalahgunaan narkoba mulai dari pil koplo, sabu-sabu maupun daun ganja, di wilayah Lumajang sejak setahun terakhir ini terus meningkat. Hal ini disebabkan, minimnya hukuman yang diberikan oleh penegak hukum.

Coba pelaku narkoba dijatuhi hukuman maksimal, saya yakin para pelaku narkoba akan merasa kapok dan takut untuk bermain narkoba lagi. Kalau hanya dijatuhi hukuman dalam hitungan bulan, ya gak mungkin kapok. Makanya penyalahgunaan narkoba belakangan ini terus meningkat,” terang Mujib.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top