Duel Carok, Pemuda Asal Desa Banyuputih Kidul Vs Desa UranggantungMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
23 Mei 2016

Duel Carok, Pemuda Asal Desa Banyuputih Kidul Vs Desa Uranggantung

Posted by on 23 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Warga Dusun Krajan, Desa Uranggantung, Kecamatan Sukodono digegerkan oleh 2 pemuda yang terlibat aksi carok. Masing-masing pelaku adalah, Joko Sambang (20), lajang asal Desa Uranggantung, Kecamatan Sukodono melawan Hipni (22), lajang asal Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto. Akibatnya, kedua pelaku mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensive dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang.


Sabtu (21/5), malam, sekitar pukul 23.30 WIB. di pertigaan jalan, tepatnya di dekat pos ronda Dusun Krajan, Desa Uranggantung, Kecamatan Sukodono. Dengan luka pada anggota tubuh serta baju berlumuran darah segar, kedua pelaku carok itu diantar oleh masing-masing temannya ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Pelaku bernama Hipni, tiba di RSUD lebih dulu dibonceng oleh temannya mengendarai sepeda motor. Saat itu, Hipni kondisinya penuh luka pada tangan dan kakinya. Akibat luka yang dialami cukup serius, membuat darah segar yang keluar melalui luka bacokan itu tidak bisa dibendung. Tak pelak, baju dan celana yang dipakaianya itu basah kuyup oleh darah segar.

Tamu Bupati, Juga Langgar Rambu Larangan Parkir

Kondisi pelaku yang mengkawatirkan, membuat petugas langsung melakukan penanganan. Namun tak lama kemudian, datang pelaku bernama Joko Sambang dengan kondisi baju dan celana berlumuran darah yang keluar dari luka bacokan pada lengan kanannya. Seperti yang dialami Hipni, Joko sambang datang ke Rumah Sakit juga diantar oleh teman-temannya.

Herannya, teman Hipni usai mengatar langsung menghilang dari Rumah Sakit. Diduga, temannya itu sengaja menghilang karena takut dikeroyok terman-teman Joko Sambang yang jumlahnya lebih banyak. “Tadi yang mengantar sempat duduk di kursi ruang tunggu tetapi sekarang sudah tidak ada,” ujar salah satu perawat kepada Memo Timur.

Lain dengan teman-teman Joko Sambang, usai mengantar malah dia duduk bergerombol di depan Rumah Sakit. Tetapi herannya, tidak satupun teman-teman Joko Sambang yang mau dikonfirmasi tentang aksi carok itu. “Saya tidak tahu Pak. Tadi saya cuma dimintai antar saja,” ujar salah satu dari mereka yang diamini oleh teman-teman lainnya.

Beruntung, tak lama kemudian Kapolsek Sukodono, AKP Bambang Supeno bersama Kanit Reskrim, Aiptu Agus Subagyo tiba di Rumah Sakit untuk melihat kondisi kedua pelaku. Kepada Memo Timur Kapolsek menjelaskan, jika kedua pemuda yang luka-luka itu akibat aksi carok yang dilakoninya.

Awalnya kata Kapolsek, ia sendiri tahu kalau ada aksi carok. Baru setelah mendapat laporan dari salah satu warga yang berada di lokasi kejadian itulah, akhirnya ia tahu dan langsung mendatangi lokasi untuk mengkroscek kebenarannya. “Dari keterangan beberapa saksi di lapangan, memang mereka sempat melihat pelaku saling bacok,” jelasnya.


Namun tetang motif dari aksi carok itu sendiri, ia mengaku belum tahu. Sebab kata dia, tidak satupun dari teman-teman pelaku yang mau memberikan keterangan. “Mengenai apa penyebab atau motif dari aksi carok itu, saya sendiri masih belum tahu. Sebab sampai saat ini, kedua pelaku masih belum bisa dimintai keterangan, karena masih menjalani perawatan intensive dari pihak rumah sakit,” pungkasnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top