Geladi Lapang Antisipasi Erupsi Gunung LemonganMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
27 Mei 2016

Geladi Lapang Antisipasi Erupsi Gunung Lemongan

Posted by on 27 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menggelar geladi lapang untuk mensimulasikan penanganan erupsi gunung Lemongan. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Klakah, Kamis (26/5), dan melibatkan semua pihak terkait dan elemen masyarakat.
Ribowo


Simulasi diawali ketika Gunung Lemongan bererupsi dan mengancam warga di daerah terdampak. Mengetahui hal ini, BPBD kemudian langsung melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI, ditambah Camat dan Kades setempat.

Seusai memberikan informasi kepada bupati, BPBD meminta kades, camat, serat Polsek setempat untuk mengkondisikan masyarakat dan berkumpul di tempat yang aman sebelum dievakuasi. Selanjutnya kendaraan dan ambulance dikerahkan dari Satpol PP, Kepolisain, BPBD, dan Ambulance untuk menjemput warga dan mengevakuasi di tempat yang lebih aman.

Hamili Anak Tetangga, Pria Beristri Diringkus

Tim Rekasi Cepat (TRC), kepolisian, TNI, serta relawan lain juga menuju lokasi untuk memastika semua warga dibawa ke tempat yang aman. Tim kesehatan juga menuju ke lokasi untuk memberikan penangan pertama pada warga yang terluka.

Ketika tiba di tempat pengungsian, warga akan menempati tenda-tenda yang sudah disediakan. Tempat pengungsian juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang. Warga yang menderita luka akan mendapat perawatan di tenda kesehatan yang didirikan oleh Dinas Kesehatan dan PMI.

Bagi warga yang mengalami stress, khususnya anak-anak yang mengalami trauma diberikan tempat khusus di Trauma Center. Ada tim khusus yang bertugas menangani anak-anak agar bisa melupakan kejadian di kampung halaman dan bahagia di pengungsian.

Untuk permasalahan fisik ditangani Dinkes, sementara psikis ditangai Trauma Center,” ujar Koordinator Trauma Healing, Masuri pada wartwan.

Masuri menjelaskan, fungsi Trauma Center misalkan, ada anak-anak yang kehilangan orangtua dan ingin kembali ke tempat tinggalnya bisa dialihkan perhatiannya. Penanganan dilakukan maksimal agar anak-anak betul-betul terhibur dan menghilangkan trauma bencana.


Di trauma center dilengkapi dengan mainan, peralatan menggambar, dan dihibur oleh psikolog,” kata Masuri.

Kepala BPBD Lumajang, Ribowo menyampikan, kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi dan membentuk desa tangguh bencana. Karena selain kesiap siagaan dari pemerintah dan unsur lain dalam penanggulangan bencana, masayarakat di sekitar Gunung Lemongan juga harus siap ketika terjadi bencana.

Warga masyarakat sekitar perlu dibekali pemahaman agar siap dan mampu menyelamatkan diri ketika terjadi bencana,” ucap Ribowo.

Sementara Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik mengatakan, selain kesiapsiagaan dari semua elemen untuk menghadapi bencana yang terjadi sewaktu-waktu, jalur evakuasi juga harus diperhatikan. Pasalnya dari keluhan dari masyarakat, jalur evakuasi sudah banyak yang rusak.

Untuk itu, ia meminta kepada kades dan camat setempat agar mengkaji hal itu dan akan dilakukan pembenahan secepatnya. “Diperbaiki agar jalur evakuasi berfungsi sebagaiman mestinya,” ungkap bupati. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top