Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1437 H, Harga Sembako StabilMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
12 Mei 2016

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1437 H, Harga Sembako Stabil

Posted by on 12 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Bulan ramadan yang datang beberapa minggu lagi, tidak berdampak terhadap perekonomian yang ada. Pasalnya, harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran masih stabil. Misalkan terjadi kenaikan, nilainya hanya beberapa persen saja dari harga sebelumnya.
Hariyoto


Demikian yang dijelaskan oleh Sekretaris pada Kantor Dinas Perindustian dan Pedagangan Kabupaten Lumajang, Hariyoto, saat ditemui Memo Timur di ruang kerjanya, Rabu (11/5), kemarin. informasi harga tersebut, diperoleh dari para petugas yang memantau pasar besar yang ada di wilayah Lumajang. Diantaranya, Pasar Baru Parisian, pasar Sukodono dan pasar Lumajang.

Namun tidak menutup kemungkinan, kenaikan harga pada sembako tersebut bisa terjadi. Kondisi itu, tentunya sesuai dengan tingkat kebutuhan di masyarakat serta stock barang yang ada. “Biasanya menjelang hari raya, semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan,” ujarnya.

Untuk saat ini, kenaikan yang paling nampak hanya dialami oleh gula pasir yang tingkat kenaikannya mencapai 13% dari harga sebelumnya. Harga sebelumnya, Rp 13.500 menjadi Rp. 15.466 tetapi, ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang turun. Seperti beras yang tingkat penurunannya mencapai 3% dari harga sebelumnya dari Rp. 10.050 menjadi Rp. 9.717,-.

Tinjau 37 WIUP Pemohon Baru, Tumpang Tindih Masih Terjadi

Untuk mengantisipasi melonjaknya harga di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang sudah memiliki tim khusus untuk memantau harga-harga kebutuhan masyarakat yang ada di toko maupun di pasar. “Hampir setiap hari, petugas kami melakukan sweeping di beberapa pasar induk maupun pertokoan,” terangnya.


Disinggung manakala nanti mendapati salah satu pedagang yang menjual barang itu di atas ketentuan yang ada, tindakan apa yang akan dilakukan kepada yang bersangkutan. Yang jelas kata Hariyoto, pihaknya tidak akan memberikan saksi namun akan melaporkan apa yang didapat di lapangan itu kepada dinas terkait. ”Pihak kami hanya memantau harga yang ada di pasaran. Mengenai penindakan, itu ada petugas dari dinas lain,” pungkasnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top