Karyawan RS Bhayangkara Ikuti Praktek Tanggap KebakaranMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
14 Mei 2016

Karyawan RS Bhayangkara Ikuti Praktek Tanggap Kebakaran

Posted by on 14 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Sebanyak 150 karyawan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Lumajang, pada Jumat (13/5) bertempat di lapangan Gelanggang Olah Raga (GOR) Wira Bhakti Lumajang, mengikuti uji praktek lapangan tentang tanggap musibah kebakaran. Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Lumajang.


Adapun peralatan yang dipersiapkan pagi itu adalah, mobil Damkar lengkap dengan peralatan pemadam serta tabung pemadam api. Satu persatu dari para karyawan RS Bhayangkara Lumajang, melakukan uji praktek yang dipandu oleh Petugas pemadam kebakaran. mulai cara memadamkan api menggunakan bak air, tabung pemadam maupun menyemprotkan air yang ada di mobil Damkar.

Hampir keseluruhan karyawan sudah bisa menggunakan alat pemadam yang kami bawa. Karena sebelumnya, para karyawan sudah mengikuti ujian teori,” ujar Sujoto, staf sekaligus Wakil Kepala PMK Kabupaten Lumajang kepada Memo Timur pagi itu. Menurutnya, semua karyawan sangat antusias sekali mengikuti kegiatan tanggap musibah kebakaran itu.

Tekan Tunggakan PKB, Dispenda Jemput Bola

Kegitan tersebut kata Sujoto, merupakan instruksi dari Bapak Kapolda Jawa Timur agar setiap karyawan Rumah Sakit Bhayangkara wajib mengikuti uji teori dan praktek tentang tanggap kebakaran. hal itu dimaksudkan, agar ketika terjadi musibah kebakaran di tempat kerjanya, para karyawan mampu menjinakkan api tersebut.

Bagi karyawan yang lulus uji teori dan praktek akan mendapat sertifikat dari PMK,” ungkap Sujoto. Pihaknya berharap, apabila ada musibah kebakaran di tempat kerjanya, para karyawan yang sudah dibekali ilmu dan teori tentang menangani musibah kebakaran bisa dipraktekan sambil menunggu petugas PMK yang datang.

Lebih gamblang, Kepala PMK Kabupaten Lumajang, Fauzi menambahkan, apabila perawat sedang menagani pasien lalu terjadi kebakaran di ruangannya, diharapkan para perawat atau petugas rumah sakit tidak usah gegabah atau panik. Sebab hal itu, akan membuat pasien yang sedang sakit juga merasa tidak nyaman. “Sambil menunggu petugas pemadam yang akan datang, setidaknya para karyawan bisa menangani kobaran api itu dengan tenang,” paparnya.

Bagaimanapun kata Fauzi, kobaran api itu hanya bisa dijinakkan oleh manusia. Maka dari itu, dalam penanganannya harus benar serta tidak perlu panik. ”Kalau kita tidak panik, Isyaalloh api mudah kita padamkan,” pungkasnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top