Korban Ikan Buntal Berangsur MembaikMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
10 Mei 2016

Korban Ikan Buntal Berangsur Membaik

Posted by on 10 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Setelah menjalani perawatan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang, 6 dari 7 korban ikan Buntal kondisinya berangsur-angsur mulai membaik. Padahal sebelumnya, ke 7 korban itu kondisinya sangat mengkawatirkan karena sempat tak sadarkan diri.


Adapun keenam korban yang dimaksud adalah, Angga (20), Suprianto (17), Tumiasih (40), Wahid (44), Sunarto (33), Senan (65), semuanya masih saudara dan tinggal berdampingan di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, kondisinya saat ini mulai membaik.

Sedangkan 1 korban bernama Khirul Huda (20), meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit. “Saat tiba di rumah sakit, kondisi korban yang meninggal itu sudah kritis,” ujar salah satu perawat kepada Memo Timur, Senin (9/5), siang kemarin.

Wahid, salah satu korban menjelaskan, sore itu ia sedang makan ikan Buntal yang dimasak menggunakan santan bersama korban yang lain. Anehnya, usai makan sekitar seperempat jam kemudian, ia tidak bisa melihat apa-apa karena terasa gelap.

Warga Geger Temukan Jenazah Bayi

Disusul kemudian, seluruh persendian pada kaki dan tangan terasa linu dan sakit sekali. Setelah itu, ia tidak merasakan apa-apa. “Mungkin saat itu saya langsung pingsan sehingga tidak merasakan apa-apa,” akunya.

Ungkapan senada, juga dilontarkan oleh Sunarto, korban yang berbaring lemas di ranjang Rumah sakit. Bahkan kata dia, saat itu ia sudah merasa buta. Pasalnya, usai makan sekelilingnya sudah tidak kelihatan dan hanya terlihat hitam. ”Saya baru tahu kalau ikan Buntal itu beracun Pak,” terangnya.

Yang lebih parah lagi lanjut dia, ketiga keponakannya meninggal saat itu juga karena memakan bagian jeroan (Bagian dalam) dari ikan buntal itu. Memang, ikan buntal yang ditemukan saudaranya itu beratnya mencapai 8 kilogram. Sehingga, semua saudara dan tetangga kebagian ikan Buntal usai dimasak.


Sebelumnya, dilaporkan ada 3 korban meninggal dunia yang diduga keracunan setelah makan ikan Buntal, Jumat 6/5), malam. Ketiga korban yang dimaksud adalah, Edi Eka Pratama (16) remaja asal Purorejo, Dani (11) pelajar kelas VI SD asal Desa Tempurejo dan Khirul Zikhin (13), asal Desa Purorejo, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Tempursari.

Informasinya, Kamis (5/5), pada saat memancing di tepi laut salah satu dari mereka menemukan ikan Buntal yang mengambang. Melihat itu, ia lalu turun untuk mengambil ikan besar yang kondisinya lemas itu. Selanjutnya, ikan besar hasil temuan itu dibawa pulang untuk dimasak beramai-ramai. “Setelah matang, ikan itu dibagikan kepada saudara dan tetangga,” ujar salah satu warga setempat. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top