Ad

Memo Timur Lumajang
30 May 2016

Mensos Ingatkan Ancaman Kekerasan Seksual di Lingkungan Ponpes

Posted by on 30 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan bahaya dan ancaman kekerassan seksual di lingkungakan Pondok Pesantren. Pasalnya saat ini pelaku sudah bertebaran dimana-mana tak terkecuali di tempat yang aman seperti sekolah dan pondok pesantren.


Kini para pelaku banyak yang berpura-pura baik dan berada di lingkungan sekolah dan pondok pesantren,” ucap Khofifah saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Ulum Albab di Desa Panggunglombok, Kecamatan Candipuro, Sabtu (28/5).

Untuk itu, ia berharap pihak pondok pesantren agar menteksi sedini mungkin gejala dan hal yang mencurigakan terkait adanya pelaku kekerasan seksual. Saat ini mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Anak-anak yang sebelumnya menjadi korban adalah anak-aak yang baik. Banyak korban adalah mereka yang aktif di pesantren,” ujar Khfifah dalam Tabligh Kebangsaan dengan tema “NKRI Harga Mati Indonesia Jaya”.

Duel Carok, Pemuda Asal Desa Banyuputih Kidul Vs Desa Uranggantung

Selain itu, Khofifah menegaskan, cara menekan angka kekerasan seksual adalah dengan menghapus konten pornografi. Pasalnya tak jarang para pelaku kekerasan seksual adalah anak di bawah umur karena pengaruh tayangan pornografi.

“Ini PR kita semua, selain narkoba dan teroris, pornografi juga membahayakan generasi muda,” tegasnya.

Selanjutnya langkah baru yang akan diambil pemerintah dalam menekan angka kekerasa seksual adalah dengan menerapkan hukuman kebiri kimia. Hukuman akan diberikan pada pelaku kekerasan seksual tehadap anak-anak dan perempuan.

Khofifah menjelaskan, hukuman kebiri kimia ini masih dalam proses kajian yang akan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan Kementerian HAM, DPR RI, dan lainnya. Hukuman tersebut dituangkan dalam Perpu Perlindungan Anak yang direvisi.


Hukuman, proses, dan pengawasan dalam bentuk apa masih dikaji. Drafnya masih dibawa DPR RI,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan, hukuman ini perlu diberlakukan, mengingat saat ini kasus-kasus kekerasan seksual dilakukan dengan sadis. Sehingga perlu upaya makasimal untuk melindungi anak-anak dan perempuan yang diatur dalam Perpu.

Khofifah juga melakukan tandatangan di sapanduk: 1000 Tanda Tangan Dukungan Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan. Spanduk terbentang di pintu masuk Ponpes Ulum Albab dan kemudian diserahkan pada Khofifah.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pondok Pesantren Nurul Albab, KH. Fahrurozi juga mendukung hukuman kebiri kimia. Pasalnya ia melihat saat ini kejadian dimana-mana dan dilakukan dengan cara yang sadis.

Seribu tandatangan ini sebagai bentuk dukungan kami pada pemerintah untuk menerapkan hukuman kebiri,” ujarnya.

Sementara Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Thoriqul Haq juga mengatakan hal senada. Kejahatan seksual adalah tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat melanggar undang-undang. “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top