Poktan Pertanyakan Stopnya Bantuan Operasional dan Bibit BurukMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
18 Mei 2016

Poktan Pertanyakan Stopnya Bantuan Operasional dan Bibit Buruk

Posted by on 18 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Kelompok tani banyak yang mengeluhkan terkait berhentinya bantuan operasional yang diperuntukan Kelompok Tani (Poktan). Sebelumnya setiap Poktan mendapat bantuan operasional yang disalurkan oleh Dinas Pertanian sebesar Rp 140 ribu per bulan.


Ini disampikan oleh Kepala Desa Randuagung, Hoeri dalam pembukaan Tilik Desa di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Selasa (17/5). Ia menyebutkan, sebelum bantuan tersebut dihentikan, Poktan malah mengajukan agar nilai bantuan ditambah kisaran 50-100 ribu per bulan.

6 OTD Datangi Zaenul, Korban Tewas Dibantai

Kita berharap bisa ditambah bantuannya, namun justru saat ini tidak ada,” ujar Hoeri

Poktan berharap bantuan tersebut bisa kembali dimunculkan, karena dinilai membantu operasional dalam melaksanakan tugas. Poktan juga sudah memiliki program, sehingga membutuhkan dana karena rogram yang dimiliki juga bersifat jangka panjang.

Karena tanpa dana itu sulit, di lapangan juga terkadang muncul permasalahan,” tegas Hoeri.

Selain itu Poktan juga mengeluhkan adanya bantuan bibit yang kualitasnya tidak bagus. Karena bibit yang diterima tidak bisa tumbuh maksimal. Daya tumbuh bibit juga dinilai tidak sesuai dengan tulisan yang tertera dalam kantong.


Di tulisan tertulis daya tumbuh 90 persen, namun kenyataanya hanya tumbuh 50-60 persen,” ungkap Hoeri.

Sementara Sekretaris Dinas pertanian, Sunardi menyampaikan jika bantuan operasional yang dimaksud merupakan dana hibah. Sehingga tidak bisa terus-menerus diberikan kepada kelompok tani. “Tidak boleh berturut-turut diberikan,” ujarnya.

Untuk bibit yang tidak maksimal, kata Sunardi, mungkin dikarenakan perlakuan ketika proses tanam kurang maksimal. Karena dalam melakukan penanaman dan perawatan harus sesuai yang dianjurkan.

Namun jika penanaman dan perawatan sudah maksimal tapi hasilnya masih kutrang bagus, petani bisa mengklaimkan bibit tersebut untuk diganti dengan bibit yang baru. “Kalau memang penanamannya sudah sesuai anjuran dan bibit tidak timbuh dengan bagus, bisa diklaimkan asal label tidak hilang,” tegasnya. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top