Polisi Tangkap 2 dari 6 Pelaku PengeroyokanMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
20 Mei 2016

Polisi Tangkap 2 dari 6 Pelaku Pengeroyokan

Posted by on 20 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meningal dunia bernama Sadewo (17), asal Dusun Sembon, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe. Selanjutnya, polisi akhirnya bergerak cepat dengan mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, petugas mendapat beberapa nama pelaku yang akhirnya dilakukan pengejaran dan penangkapan.
AKP Tinton Yudha Riambodo


Kurang dari 2 jam, pihak polisi berhasil mengungkap siapa-siapa pelakunya. Dari hasil penyelidikan malam itu, ternyata pelaku berjumlah 6 orang yang tergolong Anak Baru Gede (ABG). Namun dari keenam ABG pelaku itu, ada 2 pelaku yang diduga sebagai otak atau esekutornya.

Salah satu dari dua pelaku yang tertangkap itu, mengakhiri nyawa korban karena memukul kepala pelaku dengan batu besar,” ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Tinton Yudha Riambodo kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/5).

Pengakuan pelaku, pelaku itu mendatangi korban untuk meminta uang dengan alasan sebagai tambahan beli minuman keras. Karena permintaannya ditolak oleh korban, maka sekelompok pelaku itu marah-marah sambil mengancam. “Saat itu sempat terjadi perkelahian tidak berimbang antara kelompok pelaku dengan korban yang akhirnya korban meningal dunia,” terangnya.

Dari 6 pelaku, hanya 2 orang yang berhasil ditangkap dan ratra-rata umurnya masih sekitar 16 hingga 17 tahun. Namun untuk keseluruhan barang bukti (BB) seperti sepeda motor yang digunakan para pelaku berhasil diamankan. Adapun Inisial dari 6 pelaku adalah BJ, GP,HS,DT,MF dan FN.

Pemuda Karanganom Tewas Dikeroyok

Karena para pelaku itu masih tergolong di bawah umur, maka untuk penanganan serta proses hukumnya dilakukan degan prosedur peradilan anak secara diversi. Namun hasil dari informasi di lapangan, pelaku BJ dan GP itu sering membuat onar di wilayahnya. “Ada LP GP di Polsek Candipuro terkait tentang kasus penganiayaan juga dengan cara menyilet pipi korbannya,” ujarnya.

Kepada kedua pelaku utama yang tertangkap akan dijerat pasal berlapis 338 junto 170 dan pasal 351 KUHP ayat 3, karena pelakunya masih anak-anak, maka wajib dilakukan diversi. ”Untuk ancaman hukumannya, minimal 20 tahun atau paling lama seumur hidup.


Sebelumnya, warga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro mendadak heboh terkait ada korban meningal dunia karena pengeroyokan di hutan cinta (hutan pinus) desa setempat. Belakangan diketahui, korban ternyata pemuda asal Dusun Sembon, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe. Rabu (18/5), sore, sekira pukul 16.00 WIB. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top