Pustakawan Terbatas, Pengembangan Perpustakaan TerkendalaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
12 Mei 2016

Pustakawan Terbatas, Pengembangan Perpustakaan Terkendala

Posted by on 12 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang mengapresiasi kinerja Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lumajang. Hal ini usai Perpusda mendapatkan penghargaan PerpuSeru yang diterima Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik di Bali beberapa waktu lalu.
Agus Wicaksono


Namun dewan menekankan pengembangan Perpusda perlu terus ditingkatkan, pasalnya dinilai masih memiliki kekurangan. Selain itu, perpustkaan di sekolah dan desa juga masih perlu diperhatikan lebih dalam lagi oleh daerah.

Dewan menilai perpustakaan di desa dan sekolah memiliki sejumlah kendala, diantaranya kurangnya fasilitas yang memadai, termasuk jumlah buku. Selain itu, tenaga perpustakaan yang kompeten atau pustakawan masih terbatas jumlahnya di Lumajang.

Di perpustakaan sekolah masih banyak yang belum memiliki pustakawan, sehingga kurang maksimal,” kata Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono ketika membacakan Catatan Strategis Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2015 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (9/5).

TV Kabel Bodong Bakal Ditangani Dishub

Tidak adanya pustakawan di perpustakaan, lanjut Agus, membuat pemanfaatan sarana dan prasarana tidak maksimal. Sehingga dewan meminta kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah. “Fasilitas dan tenaga perpustakaan harus ditambah,” katanya.

Sementara Pustakawan Perpusda Lumajang, Tutik Endriyani mengatakan, jumlah pustakawan di perpustakaan desa dan sekolah memang masih terbatas. Saat ini rata-rata staf TU (Tata Usaha) sekolah yang merangkap sebagai tenaga perpustakaan.


Sedikit saja perpustakaan sekolah yang memiliki pustakawan, biasanya staf TU yang merangkap di perpustakaan,” kata Tutik saat ditemui Memo Timur di Perpusda, Rabu (11/5).

Hal ini dinilai mempengaruhi pengembangan perpustakaan itu sendiri. Karena staf biasa tidak bisa fokus untuk mengurusi perpustakaan. Dari pantauan Tutik, hanya perpustakaan di SMAN 1 Lumajang yang sudah memiliki pustakawan.

Ke depan ia berharap, pemerintah melalui Dinas Pendidikan bisa lebih memperhatikan pengembangan perpustakaan sekolah agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia juga meminta pemerintah bisa mewajibkan setiap perpustakaan sekolah memiliki pustakawan.

Selain pustakawan, fasilitas di perpustakaan juga harus diupayakan, utamanya koleksi buku, agar perpustakaan benar-benar bisa lebih berkembang,” pungkasnya. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top