Ad

Memo Timur Lumajang
17 May 2016

Semalam, 2 Rumah Warga Sumbersuko Jadi Sasaran Rampok

Posted by on 17 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Lagi, 2 Aksi perampokan juga terjadi di wilayah Kerja Polsek Sumbersuko. Masing-masing korban adalah, Khusni (54), alamat Desa/ Kecamatan Sumbersuko, Senin (16/5), dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Pelaku berjumlah lebih dari 4 orang memakai cadar dan membawa sejata tajam jenis celurit.


Sambil mengancam akan membunuh korban, kawanan pelaku tersebut berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 16 juta serta puluhan pak rokok berbagi jenis. Akibat kejadian itu, korban mengaku rugi sekitar 17 juta rupiah.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, aksi perampokan bersenjata juga terjadi di rumah Darmanto (49), asal Desa/ Kecamatan Sumbersuko. Senin (16/5), sekitar pukul 02.30 WIB. Pada kesempatan itu, kawanan pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Supra tahun 2004 hitam nopol N 6992 ZQ serta sepeda motor Yamaha Mio tahun 2010 nomer lupa serta 1 buah laptop dan uang tunai sebesar Rp 750 ribu. Akibat aksi perampokan itu, kini korban mengaku rugi puluhan juta rupiah.

Usai Banyak Revisi, 9 Raperda Didok!

Dari informasi yang disampaikan oleh kedua korban, kuat dugaan jika pelakunya adalah pelaku-pelaku lama. Adapun motif atau cara yang digunakan oleh kawanan pelaku tersebut hampir sama. ”Keempat pelaku itu berhasil masuk setelah mencungkil dan merusak jendela kaca yang ada di samping rumah,” ujar Khusni saat ditemui Memo Timur di rumahnya.

Setelah berhasil melumpuhkan seluruh penghuni rumah korban, kawanan pelaku yang jumlahnya rata-rata di atas 4 orang itu lalu memaksa korban untuk menyerahkan uang atau barang berharga lainya. “Di mana kamu menyimpan uang, jika tidak dikasih tau, maka kamu akan saya bunuh,” terangnya.


Senada, juga disampaikan oleh korban bernama Darminto ketika ditemui Memo Timur di tempat terpisah. Menurutnya, saat itu ia megaku terkejut ketika ada sekelompok orang bercadar dengan membawa senjata tajam sudah berdiri di sampingnya lalu mengancamnya akan membunuh. “Andaikan kami melawan, pasti kami akan dibacok Mas,” akunya.

Supaya tidak ada yang menjadi korban, terpaksa ia memilih diam dan menuruti segala kemauan kawanan pelaku tersebut. Atas kejadian itu, ia mengaku rugi puluhan hingga belasan juta rupiah. ”Apa yang mereka minta, terpaksa kami turuti Mas. Hal itu sengaja kami lakukan, agar keluarga saya tidak menjadi korban penganiayaan atau pembacokan,” pungkasnya. (tri)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top