Ad

Memo Timur Lumajang
17 May 2016

Setahun PPA Tangani 15 Perkara Pelecehan Seksual

Posted by on 17 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang, tergolong marak. Betapa tidak, selama tahun 2015 saja, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang, telah menangani 15 perkara.
AKP Tinton Yudha Riambodo


10 perkara telah selesai penangannya dan berkas perkara berikut pelakunya pun, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang. Sedang 5 perkara lagi, masih dalam proses lidik, dimana para pelakunya masih menjadi tahanan unit PPA Polres Lumajang.

Rata-rata korbannya adalah anak ingusan alias Anak Baru Gede (ABG) Mas,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Raydian Krokosono, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Tinton Yudha Riambodo, SH, SIK ketika dikonfirmasi Memo Timur, Senin (16/5), di kantornya.

Ketika ditanya bagaimana ketika pelaku dalam perkara itu ditemukan ada yang masih di bawah umur, dengan tegas Tinton menyampaikan, pelaku yang masih di bawah umur, tentunya proses perkaranya akan dilakukan melalui sistem Diversi, selama perkara itu bukan pengulangan tindak pidana.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana telah mengatur tentang diversi, yang berfungsi agar anak yang berhadapan dengan hukum, tidak terstigmatisasi akibat proses peradilan yang harus dijalani.

Slamet Cs Curi Sapi, 3 Pelaku Kabur

Diversi itu, kata Tinton, merupakan suatu tindakan atau perlakukan untuk mengalihkan pelaku tindak pidana anak di bawah umur, keluar dari sistem peradilan pidana. Penyelesaian secara diversi ini, harus melibatkan Bapas, dua keluarga bersangkutan, Tokoh Masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya.

Jelasnya begini Mas, apabila korban dan pelakunya sama-sama anak di bawah umur, maka harus diselesaiakan secara kekeluargaan melalui sistem diversi. Untuk pelaku dewasa, juga bisa. Tapi, sebatas meringankan saja. Soal proses hukumnnya terus lanjut ke meja hijau,” ungkapnya.

Masih kata Tinton, untuk mencegah kasus-kasus seperti ini tidak terus terjadi, pihaknya berharap semua pihak mulai dari orang tua, guru di sekolah, masyarakat dan lingkungan juga merasa bertanggung jawab, untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya, mengingat kasus seperti ini bukanlah merupakan tugas dari kepolisian saja. Melainkan merupakan tugas semua pihak.


Unit PPA bersama Sat Binmas Polres Lumajang, hingga kini gencar turun ke tengah masyarakat, memberikan penyuluhan terkait kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Harapannya, ya agar meningkatkan pengawasannya terhadap prilaku putra putrinya saat di rumah,” pungkas AKP Tinton Yudha Riambodo.(cho)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top