Tak Ditemui Kapolres, Aktivis Terobos BarisanMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
10 Mei 2016

Tak Ditemui Kapolres, Aktivis Terobos Barisan

Posted by on 10 Mei 2016

Lumajang, Memo Timur_Setelah melakukan aksi treatikal serta berorasi di depan gerbang pintu masuk Mapolres Lumajang, puluhan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) ingin bertemu langsung dengan Kapolres Lumajang. Namun, keinginan mereka dihalau oleh petugas kepolisian yang berjaga pada pintu masuk Mapolres.


Sehingga, sempat terjadi aksi saling dorong antara barisan polisi wanita (Polwan) dengan para sekelompok mahasiswa itu. Beruntung, salah satu petugas berhasil meredamkan kemarahan dengan membacakan sholawatan bersama-sama.

Melihat situasi yang semakin memanas, akhirnya Wakapolres Lumajang, Kompol Bambang Setiyawan bersedia keluar dari ruangan dan berjalan menuju sekelompok pengunjuk rasa yang ada di depan gerbang pintu masuk Mapolres. Dengan menggunakan pengeras suara, Waka polres mengatakan, jika Kapolres sedang berada di Polda Jawa Timur.

“Catatan Merah” RSUD dr. Haryoto

Mohon maaf, Bapak Kapolres sekarang masih berada di Polda Surabaya. Untuk itu, apa yang menjadi uneg-uneg kalian, sampaikan ke saya sekarang,” pinta Wakapolres. Mendengar penawaran itu, satu dari pengunjuk rasa itu maju sambil membawa map berisikan surat pernyataan dukungan. Ia minta, agar pihak Polres Lumajang mendukung kegiatan HMI.

Silahkan bapak bertanda tangan di surat ini sebagai bukti kalau pihak Polres Lumajang mendukukung kegiatan kami,” ujar mahsiswa itu sambil menyodorkan map yang dibawanya. Akan tetapi, hal itu ditolak oleh Wakapolres. Menurutnya, secara prosedural pihaknya akan salah bila menanda tangani surat pernyataan itu.


Kami di sini tetap mendukung pergerakan HMI. Namun untuk menandatangi surat itu, kami tidak punya kewenangan,” tegas Wakapolres. Bagimanapun kata Wakpolres, tempat kejadian perkara ada di Jakarta. Maka secara otomatis, proses hukumnya nanti juga akan ditangani oleh kepolisian yang ada di Jakarta.


Tak puas menyampaikan aspirasinya di Polres Lumajang, sekelompok mahasiswa itu akhirnya melanjutkan aksi damainya di depan Kantor DPRD Kabupaten Lumajang yang ada di Jalan Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang. Lagi-lagi, aksi tersebut memanas karena mereka ditolak masuk ke gedung DPRD bersama-sama. Tak pelak, satu pemuda yang dianggap provokator langsung ditangkap dan diamankan petugas. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top