Ad

Memo Timur Lumajang
13 May 2016

Tekan Tunggakan PKB, Dispenda Jemput Bola

Posted by on 13 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Dalam rangka menekan terjadinya tunggakan pajak kendaraan bermotor, utamanya di wilayah terpencil, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Lumajang terus meningkatkan sosialiasi sadar pajak hingga ke seluruh pelosok desa, bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan setempat dan Bank Jatim.
Agus Budianto


Kepala Dispenda Lumajang melalui Administratur Pelayanan (Adpel) Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNNKB), Agus Budianto ketika dikonfirmasi Memo Timur, Kamis (12/5), sekitar pukul 09.00 WIB, via ponselnya mengatakan, strategi jemput bola ini sengaja dilakukan, bertujuan untuk mendidik masyarakat wajib pajak, tetap patuh membayar pajak.

Juga untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat wajib pajak, yang tidak punya waktu karena pekerjaannya, sehingga pajak kendaraannya tidak terbayarkan. Sejak sebulan kemarin, pihaknya sudah membuka pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kecamatan Tempursari, 2 kali dalam sepekan.

Pelayanan kami buka mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Terkadang, ya sampai pukul 14.00 WIB. Pernah kami buka pelayanan sebelum pukul 08.00 WIB, karena masyarakat sudah antri. Terpaksa kami layani. Pembayaran langsung ke Bank Jatim setempat Mas,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Agus, pihaknya sudah membuka samsat payment point di Kecamatan Pasirian, guna mempermudah sistem pembayaran pajak kendaraan, bagi masyarakat wajib pajak yang bertempat tinggal di Kecamatan Pasirian, Tempursari dan Pronojiwo.

Bupati dan Dandim Canangkan Bantuan Renovasi Seribu RTLH

Namun, karena jarak Kecamatan Tempursari menuju ke Kecamatan Pasirian masih tergolong jauh, apalagi perjalanannya masih butuh waktu 1 jam. Melihat kondisi seperti itu, akhirnya pihaknya melakukan terobosan jemput bola.

Baru 8 kali pertemuan, sudah ratusan masyarakat wajib pajak kendaraan bermotor yang telah kami proses. Dan tidak sedikit masyarakat yang ngomong, agar pelayanan ini terus dilakukan, walau hanya 2 kali dalam sepekan. Yang pasti jemput bola ini juga akan dilakukan ke wilayah Kecamatan Terpencil lainnya, seperti Kecamatan Pronojiwo dan Ranuyoso,” pungkas Agus Budianto.(cho)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top