Ad

Memo Timur Lumajang
10 May 2016

Tersinggung Pernyataan Saut Situmorang, HMI Gelar Aksi Damai

Posted by on 10 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Puluhan alumni dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Lumajang pada Senin (9/5), pagi kemarin, menggelar aksi damai di depan Mapolres Lumajang. Dalam orasinya, mereka meminta agar polisi bisa menangkap sekaligus mengadili Thony Saut Situmorang (57), yang dianggap telah mendikreditkan dan melecehkan keluarga besar HMI.


Aksi damai para alumni dan mahsiswa HMI tersebut, sehubungan dengan statmen Thony Saut Situmorang yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2020, tampil sebagai salah satu narasumber dalam acara talk show benang merah di salah satu televisi swasta bertajuk “Harga Sebuah Perkara” disiarkan langsung pada tanggal 05 Mei 2016.

Dalam acara dialog tersebut, terdapat beberapa pernyataan Thony Saut Simorang yang mengatakan tokoh-tokoh politik itu orang-orang yang pinter dan cerdas. “Tetapi karena saya kira system belum jalan sehingga peraturan-peraturan tidak pernah dijalankan,” ujar Saut Situmoran dengan gamblang dan kondisi sadar.

Pemeras Bos Toko Sumber Ditangkap Polisi

Saut Situmorang tidak sadar, bahwa apa yang dia ucapkan saat itu ketika dirinya sedang dalam keadaan sadar dan sedang diliput dan disiarkan langsung oleh salah atu stasiun tv swasta. Saut Situmorang memberikan penjelasan bahwa, HMI yang dimaksud adalah HMI yang menyelenggarakan Latihan Kader (LK) 1.

Dari hasil kajian internal HMI Komisariat Lumajang, saudara Saut Situmorang telah melanggar pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informatika dan Transaksi Elektronik. ”Sertiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyrakat tertentu berdasarkan suku agama, ras antar golongan (SARA)".

Selain itu, Saut Situmorang juga telah melanggar kode etik KPK terutama pasal 6 ayat (1) huruf b Keputusan Pimpinan KPK Republik Indonesia No. KEP-06/P.KPKJ/02/2004 yang menyatakan kewajiban Pimpinan KPK untuk taat terhadap aturan yang ada.

R. Susilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta komentar-komentarnya lengkap pasal demi pasal (hal 225) menjelaskan bahwa arti dari menghina adalah menyerang kehormatan dan nama baik, dalam hal ini Saut Situmorang telah melaksanakan: Dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik HMI. Menuduh melakukan sesuatau perbuatan tertentu dan dengan maksud yang nyata supaya diketahui oleh umum.

Berdasarkan sikap dan ucapan yang disampikan oleh Saut Situmorang pada acara di televisi itulah, HMI seluruh Indonesia merasa terusik dan tersinggung. Untuk itu, melalui masing-masing HMI yang ada di daerah untuk memberikan dukungan kepada HMI pusat untuk melaporkan Wakil Ketua KPK itu ke polisi. (tri)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top