Ad

Memo Timur Lumajang
19 May 2016

Tilik Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung Hari ke-2

Posted by on 19 May 2016

Ingatkan Pentingnya Dokumen Kependudukan dan Wawasan Kebangsaan

Lumajang, Memo Timur_Kegiatan Tilik Desa hari kedua di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, Rabu (18/5). Dari pagi hari, Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag dan jajaran serta masyarakat setempat bersepeda santai keliling desa setempat. Start dan Finish berada di Balai desa.
as'at malik


Sejumlah hadiah disiapkan untuk diundi agar menambah semangat masyarakat untuk ikut terlibat. Diantaranya helm, kompor gas, hingga hadiah utama berupa sepeda. Selain jajaran pemerintahan, acara ini mayoritas diikuti oleh pelajar serta perangkat desa dan kecamatan.

Di sela-sela pengundian, bupati dan wabup mengunjungi tempat pelayanan kependudukan gratis yang berada di sebelah balai desa. Pelayanan ini dilakukan langsung oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Hamili Anak Tetangga, Pria Beristri Diringkus

Program pelayanan ini merupakan cara efektif Dispendukcapil setiap tilik desa dalam menjemput bola. Pasalnya masyarakat lebih mudah dan dekat dalam melakukan kepengurusan dokumen kependudukan. Proses yang dilakukan juga terhitung cepat.

Bupati yang meninjau langsung ke lokasi, menyampaikan pentingnya mengurus dokumen kependudukan. Diantaranya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga. Hal ini membantu pemerintah dalam melakukan pendataan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam membuat program.


Dokumen kependudukan ini penting, semua yang sudah berkewajiban harus ngurus,” ujar Bupati diantara kerumunan warga yang antre mengurus.

Kepada orang tua, Bupati menegaskan, agar bayi yang baru lahir segera diurus akta kelahirannya. Ditambah saat ini pengurusan akta kelahiran sudah dipermudah dan gratis. “Termasuk KTP dan KK tak kalah pentingnya,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Lumajang, HJ. Tutuk Fajriatul As’at di kesempatan berdialog dengan sejumlah masyarakat, menyayangkan jika wawasan kebangsaan generasi saat ini kurang. Pasalnya dari sekian pertanyaan yang ia lontarkan pada pelajar, banyak yang menjawab salah dan tidak tahu.

Misalnya saja untuk menyebutkan butir-butir pancasila, siswa kelas 3 SD masih salah menyebutkan. Begitu juga dengan nama lengkap Presiden Indonesia saat ini. “Ini bagaimana gurunya, kok bisa salah menjawab,” eluh Tutuk.

Ia menekankan, agar guru-guru di sekolah lebih memperhatikan lagi muridnya. Wawasan kebangsaan harus terus diberikan sejak dini, terlebih kepada mereka yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di bangku sekolah. “Anak-anak masih banyak salah menjawab pertanyaan, jadi perlu ditingkatkan lagi pengajaran wawasan kebangsaan,” ucapnya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top