Ad

Memo Timur Lumajang
19 May 2016

Warga Ranuyoso Masih Keluhkan Sulitnya Air Bersih

Posted by on 19 May 2016

Lumajang, Memo Timur_Warga Kecamatan Ranuyoso masih kesulitan medapatkan air bersih. Ketika musim kemarau tiba, mayoritas mereka masih mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Lumajang.


Sebagian warga ada yang sudah berlangganan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang digunakan secara berkelompok meskipun aliran sering terkendala. Kondisi ini menjadi keluhan warga dan meminta pemerintah segera melakukan upaya penyelesaian.

Hamili Anak Tetangga, Pria Beristri Diringkus

Kepala Urusan Pemerintahan Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso, Syayid mengatakan, warga Ranuyoso masih sering mengeluh karena kesulitan mendapat air bersih. Bahkan ia menegaskan jika 98 persen wilayah Ranuyoso sudah tidak ada mata air yang mengalir.

Masalah air, kita masih kerepotan mendapatkannya, Pak,” ucapnya di hadapan Bupati dalam pembukaan kegiatan Tilik Desa di Balai Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Selasa (17/5).

Ditambah lagi, kata Syayid ketika ada warga yang meninggal, untuk memandikan jenazah harus menunggu bantuan air dan ini memerlukan waktu lama. Sehingga jenazah terpaksa diantarkan beberapa jam lamanya hingga bantuan datang.

Kalau ada orang meninggal, kita masih harus menunggu bantuan atau kalau tidak ya harus beli,” ungkapnya.

Direktur PDAM Lumajang, Sholeh tidak memungkiri jika permasalahan air di Desa Wates Kulon sudah berlangsung lama. Sejumlah warga juga sudah berlangganan air PDAM swasembada. Namun jika sewaktu-waktu air tidak mengalir, dalih Sholeh, sedang terjadi kendala teknis. “Kalau air tidak mengalir, berarti ada kendala teknis,” jawabnya.


Sebelumnya sudah ada upaya kerjasama antar Lumajang-Probolinggo untuk mengatasi hal ini. Rencananya akan dibuat saluran air yang diambil dari Rogo Jalu di Probolinggo. Rencana ini sudah difasilitasi oleh provinsi namun akhirnya dibatalkan, karena Probolinggo akhirnya menolak dengan alasan air di Rogo Jalu diperuntukan wilayahnya sendiri.

Sebenarnya akan dialirkan air dari Rogo Jalu, namun Kabupaten Probolinggo menolak,” kata Kepala Bappeda, Ir. Nugroho.

Nugroho menegaskan, sejumlah upaya sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah namun masih belum ada yang maksimal. Seperti mencoba menyalurkan air dari Ranu Klakah, namun tidak berhasil karena persoalan dengan warga setempat akhirnya tidak maksimal.

Kita juga pernah mecoba membuat sumur bor, namun juga tidak berhasil. Kita sedang mencari solusi lainnya, termasuk dengan menggunakan alat geo listrik untuk mendeteksi sumber mata air,” ujar Nugroho. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top