150 Keluarga Masih Bertahan di PengungsianMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
13 Juni 2016

150 Keluarga Masih Bertahan di Pengungsian

Posted by on 13 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur_Meski gelombang di Pantai TPI Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari sudah terpantau normal, warga korban gelombang pasang masih enggan kembali ke rumah masih-masing. Sedikitnya 150 keluarga masih bertahan di pengusian yang dipusatkan di Madrasah Ibtidayah Negeri Bulurejo.
As'at Malik


Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik beserta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkunjung ke pengungsian, Minggu (12/6). Kedatangan Bupati juga untuk menyerahkan sejumlah paket bantuan pada para korban.

Sebanyak 150 paket bantuan yang terkumpul dari sejumlah instansi dan relawan diserahkan. Diantaranya berupa, obat-obatan, selimut, sembako. Sebelumnya ratuan paket bantuan juga sudah disalurkan melalui BPBD Lumajang.

Ramadhan Pacaran, Bocah SD Kena Push Up

Bupati yang sempat melakukan komunikasi dengan warga, mengingatkan agar selalu bersabar dengan musibah yang diterima. Melalui bantuan ini, Bupati berharap mampu meringankan beban warga.

Selanjutnya, untuk perahu nelayan yang mengalami kerusakan, pemerintah siap menanggung perbaikan atau jika mengalami rusak parah akan diganti dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar para nelayan bisa kembali melaut.

“Perahu yang rusak akan diperbaiki atau diganti. Agara para nelayan bisa kembali melaut yang merupakan mata pencaharian,” ujar Bupati.

Bupati mengingatkan pada warga, agar ketika ada potensi terjadi gelombang pasang lagi, segera menyelamatkan diri terlebih dahulu. Ia meminta pada warga agar tidak memikirkan harta benda yang akan diselamatakan, yang utama adalah nyawa.


“Jadi ketika ada ombak besar lagi, langsung lari ketempat aman. Cari aman dulu, baru hartanya nanti diamankan,” ungkap Bupati.

Di tempat yang sama, Camat Tempursari, Sunarto mengatakan, meskipun ombak terpantau sudah normal, namun warga masih banyak yang masih takut dan trauma. Namun mereka masih berkunjung ke rumah masing-masing dan pada malam hari tidur di pengungsian.

“Warga masih ketakutan, tapi mereka berharap secepatnya bisa benar-benar aman dan kembali pulang,” ujar Sunarto.

Sunarto menambahkan, mayoritas penghuni pengungsian adalah perempuan, anak-anak dan lanjut usia. Untuk para laki-laki masih sering berada di kediaman masing-masing untuk melakukan bersih-bersih dan antisipasi.

Dari pantauan Memo Timur di Pantai TPI, rata-rata tinggi gelombang satu meter. Warga setempat juga sudah ada yang mulai menjalankan aktifitas seperti biasanya. Nampak nelayan mulai melaut, warung makan yang sudah buka kembali, dan sejumlah rumah warga juga sudah berpenghuni.

Plt Kepala BPBD Lumajang, Hendro Wahyono mengatakan, ombak sebenarnya sudah terpantau normal. Himbauan dari BMKG terkait adanya gelombang pasang juga sudah lewat. Namun demi keamanan warga setempat, dihimbau untuk tetap bertahan di pengungsian hingga kondisi benar-benar aman.

“Himbauan dari BMKG terkait adanya gelombang pasang di pesisir selatan sebenarnya sudah berakhir,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Sosial Lumajang, Abdul Khodir mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan logistik di tempat pengungsian. Sejumlah paket sembako sudah disarahkan di dapur umum untuk keperluan makan para pengungsi.

Khodir menambahkan, jika memang kebutuhan kurang nantinya bantuan akan kembali diberikan. Saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah. “Kita tunggu dulu, kalau sudah dirasa cukup, ya sudah, kalau kurang akan kita berikan bantuan lagi,” ujar Khodir. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top