2 Fraksi Soroti Keberadaan VideotronMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
22 Juni 2016

2 Fraksi Soroti Keberadaan Videotron

Posted by on 22 Juni 2016

MemoTimur - Dua fraksi di Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Lumajang menyoroti keberadaan dua videotron yang berada di depan Pendopo Kabupaten dan Bundaran Tugu Adipura. Hal ini disampaikan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Keadilan dan Pembangunan (FKP) dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Lumajang, Selasa (21/6).


Fraksi Demokrat dalam pandangan umumnya, menyampaikan, di sisi lain sebenarnya keberadaan videotron yang terpasang cukup strategis, sehingga Lumajang terlihat lebih modern sama seperti di daerah lainnya. Namun terkait kejelasan perizinan videotron tersebut sampai saat ini masih diragukan sesuai dengan informasi yang beredar.

“Untuk itu Fraksi Demokrat meminta pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait kejelasan perizinan,” tulis Fraksi Demokrat dalam pandangan Umum yang diserahkan pada Pemerintah dalam Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Pendapat Badan Pembentukan Perda DPRD, Pendapat Badan Anggaran, dan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap LPJ Pelaksanaan APBD Lumajang tahun 2015.

Remaja 14 Tahun, Setubuhi Bocah 4 Tahun

Terkait iklan rokok yang ditayangkan dalam videotron di Bundaran Tugu Adipura, Fraksi Demokrat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya hal tersebut sangatlah tidak sesuai dengan lokasi penempatan videotron yang berdekatan dengan sekolah dan tempat ibadah.

“Banyak anak sekolah dan masyarakat yang akan beribadah melintas di lokasi tersebut,” tambah Fraksi Demokrat.

Fraksi Demokrat berharap agar konten yang ditampilkan dalam videotron tersebut sesuai dengan kondisi di sekitar lokasi. Seperti menampilkan konten yang bersifat mendidik dan sekiranya berdampak positif bagi perkembangan Lumajang.

Sementara Fraksi FKP menyayangkan sikap jajaran birokrasi yang saling lempar tanggungjawab atas proses izin yang dinilai belum selesai. Meski begitu, kedua videotron sudah dibangun dan sudah difungsikan.

“Seharusnya kalau belum ada, harusnya dihentikan tayangan atau alternatif terjelek dirobohkan,” tulis Fraksi FKP.


Sementara pihak pemerintah akan memberikan jawaban dalam Rapat Paripurna selanjutnya pada Hari Kamis (23/6), terkait pandangan umum dari masing-masing fraksi. Rapat Paripurna kali ini berjalan cepat, pasalnya sesuai kesepakatan hanya fraksi PKB yang membacakan pandangan umumnya, sementara lainnya tidak. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top