Ad

Memo Timur Lumajang
28 June 2016

3 Remaja Tewas Dalam émbong

Posted by on 28 June 2016

MemoTImur - Tiga pemuda bernama Rio Febian (13), Muhamad Ghofur (14), Ali Badul Aziz (15), ketiganya warga Dusun Sumber Agung, Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, ditemukan tewas di dalam Embong alias kolam penimbunan air hujan yang terletak di bukit Sentono, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, pada Senin (27/6), sekira pukul 10.00 WIB.
www.memolumajang.com


Kapolsek Gucialit, AKP Aris Supomo ketika dikonfirmasi Memo Timur mengatakan, begitu memperoleh informasi ada tiga remaja meninggal di dalam embong, pihaknya terus mendatangi lokasi kejadian. Setiba di sana, pihaknya bersama masyarakat langsung mengevakuasi ketiga mayat korban. “Satu mayat korban ditemukan mengambang, 2 lagi kami temukan di dasar embong itu Mas,” ujarnya.

Awalnya, ketiga mayat akan dikirim ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, untuk dilakukan proses outopsi, guna memastikan kematiannya. Namun, upaya itu ditolak oleh keluarga korban.

Terpaksa, pihaknya mendatangkan dokter Puskesmas setempat, untuk melakukan visum ketiga mayat korban. Sebelum ketiga mayat korban diserahkan pada keluarganya, pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat, agar masing-masing keluarga korban membuat surat pernyataan bermaterai, isinya menerima kematian korban tanpa dioutopsi.

“Surat pernyataan itu sudah kami terima dari ketiga keluarga korban. Sedang ketiga mayat korban langsung dibawa pulang ke rumahnya masing-masing, informasinya akan dimakamkan di TPU yang sama,” terangnya.

Menurut Kapolsek, sebenarnya Embong alias penimbunan air hujan itu, sudah dikelilingi pagar pengaman. Namun, saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya menemukan pintu Embong terbuka, dengan kondisi kunci rusak. “Bisa jadi yang merusak kunci pintu ketiga korban itu,” jelasnya.


Camat Gucialit menambahkan, embong yang terletak di bukit Sentono itu, merupakan kolam penimbunan air hujan milik Desa Wonokerto, dimana kegunaan dari air itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya kaget ketika mendengar ada 3 remaja meninggal dunia di dalam Embong. Ya, karena Embong itu bukan kolam renang. Apalagi pintu terkunci, pada sebelah pintu terpasang papan larangan masuk. Mudah-mudahan masyarakat yang lain mematuhi papan larangan masuk itu,” tambah Jamal, Camat Gucialit saat ditemui Memo Timur.(cho)

Baca: 
  1. Semarakkan Ramadhan, Biro Memo Timur Lumajang Bagikan Takjil 
  2. Cerdas bersama Blogger dan Kaya 
  3. Antipasi Aksi Kriminalitas dengan Patroli Sahur 
  4. Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Warga Paksa Ponpes Al-Khotamaini 

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top