Aksi Kekerasan Anak SD Berujung DamaiMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
15 Juni 2016

Aksi Kekerasan Anak SD Berujung Damai

Posted by on 15 Juni 2016

Lumajang, Memo TImur_Berawal dari salah satu akun facebook yang mengangkat tentang aksi pengeroyokan dan kekerasan yang dilakukan oleh 7 anak terhadap korban berinisial Ald (9), pelajar SD asal Dusun Pandanwangi, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Akhirnya Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Lumajang turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.


Selasa (14/6), pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. korban dan para pelaku didatangkan ke Kantor Balai Desa Tukum untuk dimintai keterangannya. Hasilnya, korban didampingi orang tuanya serta ketujuh pelaku yang juga didampingi masing-masing orang tuanya berujung damai dengan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Muspika Tekung, Kepala Desa Tukum dan Tokoh Masyarakat setempat.

Ketujuh pelaku yang dimaksud adalah, Has, (7), AL (7), Gof (8), Fin (8), Kam (7), AB (8), Ris (8), dan saksi Yus (8), serta Ald (7), semuanya masih tetangga dan teman korban ditambah satu saksi ibu-ibu yang melihat kejadian itu yaitu Senenti (40), asal Dusun Pandanwangi, Desa Tukum, Kecamatan Tekung.

Ramadhan Pacaran, Bocah SD Kena Push Up

Aksi penganiayan itu terjadi pada Rabu (8/6), sekitar pukul 14.00 WIB di rumah salah satu pelaku berinisian Has. Alamat Dusun Pandanwangi, Desa Tukum. Kecamatan Tekung. Informasinya, semula korban datang ke rumah itu utuk menonton televise. Ternyata di rumah tersebut, sudah ada beberapa temannya termasuk para pelaku.

Sambil nonton TV, pelaku bergurau dengan beberapa pelaku lalu ditelanjangi. Setelah itu, mata korban ditutup dengan kain dengan kedua kaki dan tangannya dipegangi beramai-ramai. Setelah itu, pelaku bergantian menusuk-nusukan lidi pada dubur korban. Tidak itu saja, pelaku juga menusukan jarum pada jari-jari kakinya. “waktu itu korban mengaku sempat kesakitan lalu menjerit,” terangnya.


Tak tega melihat korban meronta-ronta sambil menjerit, salah satu teman korban atau saksi mata bernama Ris keluar dari rumah untuk memberitahukan kejadian itu kepada Senenti, tetangga Has. Mendapat laporan tersebut, Senenti langsung medatangi TKP dan meminta supaya gurauan itu tidak dilanjutkan.

Mengetahui korban menangis sambil terlanjang, Senenti memarahi para pelaku dan mengancam akan melaporkan kepada masing-masing orang tuanya. Siang itu juga, Senenti minta agar para pelaku itu bubar dan pulang ke rumah masing-masing. “Saat itu, korban juga diminta untuk ikut pulang,” ujarnya.

Tanpa sengaja, Senenti menceritakan kejadian itu kepada salah satu tetangganya. Namun tanpa ia sadari, ternyata kejadian itu sudah diunggah di akun facebook oleh salah satu warga Desa Tukum yang kemudian ditanggapi oleh beberapa pihak yang kemudian melaporkannya kepada pihak Polres Lumajang. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top