BAZNAS Khitan 136 Anak Secara MassalMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
2 Juni 2016

BAZNAS Khitan 136 Anak Secara Massal

Posted by on 2 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur_Sebanyak 136 anak mengikuti khitan massal yang digelar oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Lumajang, di Gedung Panti PKK, Rabu (1/6). Proses pengkhitanan melibatkan dokter dari Dinas Kesehatan dan perawat dari sejumlah Puskesmas di Lumajang.
dr. Bayu Wibowo


Ketua BAZ Lumajang, H. Afandi Latif mengatakan, peserta khitan berasal dari 7 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Lumajang 56 anak, Sukodono 30 anak, Tekung 17 anak, Sumbersuko 13 anak, Padang 18 anak, Ranuyoso dan Yosowilanun masing-masing satu anak.

Kegiatan ini, kata Afandi, rutin dilakukan tiap tahun ketika musim liburan sekolah. Setiap tahun BAZ menggelar dua kali khitan massal, pada musim libur sekolah kenaikkan kelas dan Hari Jadi Lumajang (Harjalu).

Pada khitan massal berikutnya, akan kita laksanakan di kecamatan masing-masing,” kata Afandi pada sejumlah wartawan saat ditemui di lokasi.

Arifin, Duda Tewas Dibantai Gerombolan OTD

Afandi menjelaskan, peserta khitan tidak dipungut biaya apapun. BAZ menggratiskan sepenuhnya, bahkan memberi mereka hadiah berupa sarung, baju taqwa, sandal, dan kopyah, serta ditambah uang santunan.

Dana yang digunakan untuk kegiatan khitan massal, kata Affandi, dialokasikan dari dana kesehatan BAZ. Total alokasi dana kesehatan sendiri mencapai 300 juta. “Dana kesehatan juga diberikan untuk biaya berobat kaum duafah,” ucapnya.


Afandi berharap peserta khitan bisa menjadi anak-anak yang sholeh yang bisa membanggakan orang tua. Ia juga meminta pada para orangtua agar lebih mendidik anaknya dengan lebih baik lagi agar tumbuh berkembang menjadi generasi masa depan yang berguna bagi bangsa dan negara. “Mudah-mudahan menjadi anak sholeh,” harapnya.

Salah satu dokter, dr. Bayu Wibowo yang bertugas mengkhitan, mengatakan, para petugas yang dikerahkan untuk proses penghitanan adalah dokter dari lingkungan Dinas Kesehatan serta perawat dari berbagai Puskesmas di Lumajang.

Bayu menjelaskan, rata-rata peserta khitan kali ini berusia 8-9 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar. “Minimal untuk menjadi peserta khitan berusia 6 tahun. Tadi ada juga yang udah kelas 6 SD,” ujarnya.

Namun, bayu mengatakan, usia yang bagus untuk khitan adalah ketika bayi di awal-awal kelahiran berusia seminggu. Namun budaya ini hanya dilakukan oleh orang-orang Timur Tengah dan bukan hal umum di Indonesia. “Dari segi kepraktisan lebih mudah, tapi itu bukan budaya kita,” pungkasnya. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top