Ad

Memo Timur Lumajang
1 June 2016

Gus Ipul: Mendidik Anak Harus Menyenangkan

Posted by on 1 June 2016

Lumajang, Memo Timur_Wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menghimbau pada orangtua dan guru agar mendidik anak dengan cara yang gembira. Ia menilai hal ini penting, karena anak harus selalu gembira, salah satu contohnya melalui pendidikan yang diterapkan dalam kegiatan Pramuka.
dr. Buntaran


Gembira itu penting,” ucap Gus Ipul saat berkunjung ke Lumajang dalam acara Parent Gathering Indonesia Scout Challenge 2016 di Pendopo Kabupaten, Selasa (31/5).

Gus Ipul manambahkan, sebagai generasi masa depan, anak-anak harus dididik dengan baik agar menjadi generasi yang terampil, pintar, tolong-menolong, dan dekat dengan Tuhan. “Memang tidak bisa sehari-dua hari untuk menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang hebat,” ucapnya.

Melalui pramuka, Gus Ipul mengatakan, untuk memberikan bimbingan dan pemebelajaran untuk memahami kerjasama yang baik. Dalam pramuka juga diajarkan untuk saling tolong menolong serta belajar menggunakan akal.

Terkait maraknya isu kekerasan seksual terhadap anak, Gus Ipul menegaskan agar orangtua dan guru meningkatkan perlindungan dan pengawasan. Pasalnya saat ini para pelaku kebanyakan adalah orang-orang terdekat korban.

Bagaiman cara agar orangtua dan guru menciptakan lingkungan bermain yang aman bagi anak,” tuturnya.

Duel Carok, Pemuda Asal Desa Banyuputih Kidul Vs Desa Uranggantung

Selain ancaman kekerasan seksual, ada ancaman dari narkoba serta tayangan pornografi yang kini tersebar meluas dan mendekati anak-anak. Gus Ipul berharap, anak-anak bisa slalu terlindungi dan menjadi generasi masa depan yang bangsa. Orangtua dan guru adalah utama untuk melindungi mereka.

“Anak-anak dibimbing, dididik, dan mengawal mereka agar menjadi generasi yang hebat,” pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran menyampaikan, orangtua harus menjaga anak-anak dari ancaman nakoba dengan cara mendeteksi sedini mungkin dari hal terkecil. Salah satunya jangan memberi kesempatan anak untuk mencoba rokok. “Tidak ada toleransi untuk anak merokok,” ucap Buntaran.

Buntaran menjelaskan, biasanya usai coba-coba rokok, anak akan mencoba minuman keras. Setelah dari minuman keras mereka akan mencoba narkoba. “Jadi tidak mungkin anak-anak langsung mencoba narkoba, mereka pasti mencoba rokok dulu,” ujarnya.


Buntaran mengingatkan lagi, jika sedikitnya ada 4000 bahan kimia berbahaya dalam rokok. Bahan kimia tersebut mengancam kesehatan siapa saja, utamanya bagi generasi muda yang masih memiliki masa depan panjang.

Bagi orangtua yang mengetahui anaknya merokok, silahkan langsung dimarahi atau dipukul agar kapok, demi menjaga mereka,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Lumajang, Asep Bambang menambahkan, maraknya kekerasan seksual terhadap saat ini sangat memprihatinkan. Dinas Pendidikan mengajak orangtua dalam melindungi anak-anak untuk menekan tingginya jumlah korban dalam kasus kekerasan seksual.

Dinas pendidikan terus berupaya menekan jumlah korban,, dengan melakukan sinergitas pada pihak terkait lainnya, termasuk orangtua dan pramuka,” ungkapnya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top