Ad

Memo Timur Lumajang
23 June 2016

Kriminalitas Meningkat Tajam, Teror Calon Wisatawan dan Investor

Posted by on 23 June 2016


MemoTimur - Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang soroti meningkatnya kasus kriminalitas yang terjadi akhir-akhir ini. Bahkan mereka beranggapan ketidak kondusifan ini mampu menyebar ketakutan pada bagi para calon investor dan calon wisatawan.


"Seperti yang kita ketahui bersama beberapa bulan terakhir ini, di Lumajang meningkat kasus kriminalitas dari perampokan, pencurian, pembegalan, pembunuhan sadis, dan tawuran," tulis Fraksi Demokrat dalam Pandangan Umum yang diserahkan pada Pemerintah dalam Rapat Paripurna, Selasa (21/6).

Jalan Sama Istri, DPO Sawal Diciduk

Fraksi Demokrat menilai kasus kriminalitas yang terjadi di Lumajang dipicu oleh penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras). Hal ini tentunya meresahkan masyarakat karena menganggu keamanan, kenyamanan, dan ketentraman.

Namun penyelesaian persoalan ini bukan hanya tanggungjawab dan tugas dari penegak hukum Pemerintah saja selaku pemegang kendali. Karena juga tanggungjawab semua elemen masyarakat untuk ikut mwujudkan Lumajang yang kondusif.

"Fraksi Demokrat beraharap pada penegak hukum dan pemerintah agar penanganan kriminalitas dilakukan secara lebih serius," tulis Fraksi Demokrat.


Senada dengan Fraksi Demokrat, Fraksi. Gerindra juga memiliki pandangan yang sama. Mereka menilai situasi di wilayah Lumajang akhir-akhir ini sudah tidak kondusif dengan adanya sejumlah kasus kriminalitas.

Untuk itu mereka mendesak pada Bupati dan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk cepat bergerak mengambil tindakan tegas. Fraksi Gerindra meminta agar sering dilakukan rapat koordinasi, konsolidasi masif, dan sosialisasi untuk menekan angka kriminalitas.

"Karena itu penting untuk kedamaian masyarakat Lumajang," tulis Fraksi Gerindra dalam pandangan umunya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top