Mantan Istri Dijemput, Bogem Mentah MelayangMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
6 Juni 2016

Mantan Istri Dijemput, Bogem Mentah Melayang

Posted by on 6 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur_Naas yang dialami Ahmad Solehudin (18), lajang asal Dusun Krajan 1 Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh ini. Gara-gara menjemput Puji Astutik (30), janda beranak 2 yang masih tetangga itu pulang kerja, ia malah mendapat bogeman mentah dari Rosul (45), warga Dusun Krajan 2, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh yang tak lain adalah mantan suami Puji Astutik. Tak terima atas perlakuan kasar tersebut, korban diantar keluarganya melapor ke Polres Lumajang.


Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/6), malam, sekitar pukul 21.30 WIB. di depan warung tempat kerja Puji Atutik, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Keterangan korban, malam itu ia dimintai tolong oleh ayah Puji Astutik (janda-red) untuk menjemput di tempatnya kerja.

Biasanya, setiap berangkat dan pulang kerja mbak Tutik selalu dijemput ayahnya. Mungkin karena malam itu sibuk, akhirnya saya yang disuruh menjemput,” ujar lajang yang masih belum ber-KTP itu. Memang diketahui, rumah korban dengan perempuan itu masih bertetanggaan.

Selanjutnya, korban pergi menjemput Puji Atutik dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di tempat kerja, ternyata perempuan yang dijemputnya itu masih belum keluar karena masih totalan dengan pemilik warung. Pada saat korban menungu sambil duduk di kursi depan warung, tiba-tiba didatangi pelaku sambil bertanya kenapa ia menjemput mantan istrinya itu.

Belasan Rumah Nelayan, Terendam Air Laut

Korban yang saat itu enggan menjelaskan, lebih memilih diam sambil bermain HP yang dipegangnya. Tanpa disadari, tiba-tiba pelaku mendekat lalu melayangkan bogem mentah sekeras-kerasnya ke mata korban sebelah kiri. Mendapat perlakuan kasar itulah, korban lalu menjerit sambil minta tolong.

Mengetahui warga berdatangan, pelaku lalu pergi begitu saja dengan meningalkan korban yang kesakitan. Namun sebelum pergi, pelaku sempat mengancam membunuh korban termasuk pemilik warung karena mempekerjakan mantan istrinya itu. “Waktu itu saya dan pemilik warung sempat diancam akan dibunuh Pak,” aku korban kepada Memo Timur.

Tidak terima atas perlakuan kasar tersebut, pihak korban lalu melaporkan aksi penganiayaan itu ke Mapolres Lumajang. Untuk melengkapi bukti atas aksi penganiayaan tersebut, petugas lalu membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang untuk dilakukan visum. Hasilnya positif, jika mata korban lebam akibat mendapat pukulan sangat keras dari pelaku.


Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lempeni, Kecamatan Tempeh, Abdi Rohkman menyayangkan atas kejadian tersebut. Awalnya, dirinya minta kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan saja. Akan tetapi, pihak korban tidak terima dan minta pelaku diproses hukum karena bertindak semena-mena.

Maksud Saya, tadi malam kasus itu akan saya selesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan saja. Akan tetapi, pihak korban tidak terima dan ngeyel agar aksi penganiayaan itu diproses secara hukum saja,” jelas Abdi Rohman.

Disinggung apakah pelaku dengan istrinya itu sudah bercerai secara resmi atau hanya pisah ranjang? Kades menegaskan, jika keduanya sudah bercerai secara resmi di pengadilan agama sekitar 1 tahun lalu.

Setahu saya, Rosul (tersangka-red) itu sudah bercerai secara resmi dengan istrinya di pengadilan sekitar satu tahun lalu. Mungkin Rosul masih cinta dengan mantan istrinya, akhirnya cemburu ketika tahu kalau mantan istrinya dijemput korban saat pulang kerja,” jelas Kades Lempeni. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top