Muallaf Suku Tengger Antusias Sambut RamadanMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
8 Juni 2016

Muallaf Suku Tengger Antusias Sambut Ramadan

Posted by on 8 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur_Ada pemandangan lain yang diperlihatkan ribuan muallaf Suku Tengger di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang menyambut Ramadhan 1437 Hijriah ini. Warga yang belum lama memeluk Islam di pedesaan lereng Gunung Semeru ini terlihat sangat antusias dan bersemangat dengan datangnya bulan suci ini.


Ustadz Didin Prastanto, seorang dai yang menjadi pembimbing rohani Islam masyarakat Suku Tengger, mengatakan bahwa memasuki Ramadhan hari pertama ini, banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat muallaf Suku Tengger di Desa Argosari.

"Persiapannya, mereka sudah mulai membikin kue untuk keperluan Ramadhan atau yang mereka sebut Nampani Poso. Masyarakat muallaf di Desa Argosari terlihat penuh semangat menyambut Ramadhan," katanya.

Rumah Warga Terdampak Abrasi, BPBD Lakukan Kalkulasi

Selain membuat kue, masih menurutnya, ada juga muallaf Suku Tengger lainnya yang harus turun menempuh perjalanan belasan kilometer ke wilayah Kecamatan Senduro untuk berbelanja berbagai keperluan logistik yang dibutuhkan selama menghadapi puasa.

"Ada yang membeli sarung, mukena untuk persiapan tarawih. Mereka terpaksa harus turun ke wilayah Kecamatan Senduro yang berjarak belasan kilometer dari Argosari untuk membeli berbagai kebutuhan tersebut. Kebutuhan lainnya yang dibeli, diantaranya roti, beras, yang sifatnya jangka panjang selama Ramadhan agar tidak banyak turun ke Senduro," katanya.


Ustadz Didin Prastanto yang telah 10 tahun berdakwah di Desa Argosari menyebutkan, antusiasme para muallaf dalam menghadapi Ramadhan, juga terlihat dari banyaknya anak-anak dan orang tua yang datang ke masjid saat ibadah tarawih digelar tadi malam, Minggu (5/6).

Bahkan setelah tarawih, anak-anak sudah mulai menginap di masjid lagi. Karena kebiasaannya mereka tetap berada di masjid selama ramadhan dan tidak pernah pulang. "Ini khusus untuk untuk anak-anak muallaf Suku Tengger di sana. Kalau bapak-bapaknya, setelah tarawih juga nginap di masjid sampai Subuh saja. Setelah itu mereka pulang untuk bekerja di kebun," ujarnya.

Dengan kebiasaan menginap di Masjid tersebut, para ustadz dan dai yang menjadi pembimbing rohani para muallaf ini pun merasa memiliki tanggung-jawab juga untuk menyediakan makanan bagi jamaahnya. Terutama ketika anak-anak buka puasa di masjid, Maghrib nanti akan disiapkan makanan berbuka puasa. Demikian pula untuk makanan bersantap sahur di masjid, juga disiapkan konsumsinya. Para dai ini tidak pernah kerepotan dan kekurangan.

Di Desa Argosari, saat ini terdapat 4 masjid yang menjadi pusat ibadah para muallaf Suku Tengger lereng Semeru. Diantaranya, Masjid Jabal Nur di Dusun Gedok Puncak dengan jamaah lebih dari 100 orang muallaf, Masjid At Taqwa di Dusun Gedok Bawah dengan jamaah mencapai 400 orang karena umat muslimnya mayoritas. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top